
PPI TUNISIA – Tunis, 17 September 2024 – Universitas Az-Zaitunah menggelar seminar ilmiah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini tidak hanya ditujukan untuk khalayak umum, tetapi juga secara khusus mengundang para dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas. Seminar yang diadakan di Fakultas Ushuluddin, bertempat di Mudarraj Ibnu Khaldun, menjadi salah satu momen besar karena juga berfungsi sebagai penutup tahun ajaran 2023-2024, menjelang dimulainya tahun ajaran 2024-2025.
Seminar ini mengangkat tema sentral yang menarik, yaitu “Menghadirkan Nilai-nilai Peradaban dan Kemanusiaan dari Perjalanan Hidup Nabi Muhammad SAW” atau dalam bahasa Arab, “Istihdharu al-Qiyami al-Hadhariyyati wa al-Insaniyyati Fi as-Sirati an-Nabawiyyati”. Tema ini dipilih untuk menggali lebih dalam nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban dan kemanusiaan yang luhur.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan kata sambutan dari Ust. Abdul Latief Bou Azizi , Rektor Universitas Az-Zaitunah dan Ust. Abdul Qadir an-Naffati, Dekan baru Fakultas Ushuluddin. Dalam sambutannya, Ust. Abdul Latief menekankan betapa pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam berbagai aspek, terkhusus aspek kemanusiaan dan peradaban yang nantinya akan dibahas oleh para pemateri yang keren dan hebat apalagi tema ini sangat relevan di tengah tantangan global saat ini.
Seminar ini terdiri dari tiga sesi, dua sesi pemaparan materi dan satu sesi tanya jawab serta diskusi. Setiap sesi diisi oleh para pemateri ahli di bidangnya, yang membawakan topik-topik menarik terkait dengan Sirah Nabawiyah.
Sesi pertama, yang dimoderatori oleh Ust. Abdul Latief Bou Azizi, dengan tiga pemateri hebat:
- Ust. Albir Wafaisur Boulbabah Husain menyampaikan materi dengan judul “Shirah Nabawi Sebagai Hikmah dan Pembelajaran”, di mana ia menjelaskan dan memaparkan beberapa contoh peristiwa pelajaran hidup dan hikmah dari kisah Nabi Muhammad SAW.
- Ust. Muhammad Nashir az-Zuaiyiri membahas “Arus Islam pada Keseimbangan Sirah Nabawiyah”, menyoroti keseimbangan dalam ajaran Nabi sebagai panduan kehidupan umat Islam.
- Ust. Nuruddin al-Jallashi menyampaikan materi berjudul “Tahun Pergantian dalam Islam”, dengan mengawali tahdid musthalah Sunnah dan Istibdal dalam ajaran Islam, serta memaparkan peristiwa-peristiwa penting dalam Sirah Nabawiyah.
Sesi kedua dimoderatori oleh Ustadzah Bustainah al-Jallashi dan diisi oleh empat pemateri:
- Ust. Afief as-Shababathy, Imam besar masjid Malik bin Anas, Cartage, menyampaikan paparan berjudul “Kemuliaan Manusia dalam Perspektif Sirah Nabawiyyah”, yang menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad SAW memperlakukan manusia dengan penuh penghormatan dan menjaga hak-hak mereka serta memaparkan beberapa contoh peristiwa Nabi.
- Ust. Ahmad al-Abyad, salah seorang dokter dan peneliti Tunisia, membawakan topik “Relevansi Keyakinan Islam” yang menyoroti bagaimana ajaran Islam tetap relevan dengan perkembangan zaman.
- Ust. Ali as-Shuly menyampaikan materi dengan judul “Peristiwa Sirah Nabawiyah” yang menggali momen-momen penting dalam kehidupan Nabi SAW berupa perhatian Nabi terhadap hak-hak manusia.
- Ust. Aly al-Alawy sebagai pemateri terakhir mengambil topik “Manhaj Fiqih Para Masyaikh Zaitunah dalam Menyiarkan dan Menuliskan Hal-hal yang Berkaitan dengan Peringatan Maulid Nabi SAW”, membahas metode dan pendekatan para ulama Zaitunah dalam menjaga tradisi keilmuan terkait Maulid Nabi, mulai dari munculnya kitab-kitab, Seperti “Khulasatu al-Qoul Fi Sirati Afdhali Rasul” karya Syaikh Husain bin al-Khujah at-Tunisy dan “as-Sirah an-nabawiyyah Qissah al-Maulid” karya Syaikh Muhammad Thahir bin Asyur.
Sesi Diskusi dan Penutupan
Setelah pemaparan dari para narasumber, seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan kritik, tanggapan, serta pertanyaan seputar tema yang diangkat. Para peserta terlihat sangat antusias, terutama dalam mengeksplorasi sisi-sisi baru dari Sirah Nabawiyah yang relevan dengan kehidupan modern.
Acara ini ditutup dengan kesimpulan dari moderator, bahwa seminar ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga refleksi spiritual bagi para peserta untuk meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Tekahir, penampilan hadrah oleh mahasiswa Indonesia di Tunisia dilanjutkan dengan photo bersama.
Dengan berakhirnya seminar ini, menjadi salah satu bukti bagaimana Universitas Az-Zaitunah tidak tutup mulut akan isu-isu yang ada, sekaligus memperkuat komitmen dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
“Universitas Az-Zaitunah adalah salah satu institusi pendidikan Islam tertua di dunia, yang telah melahirkan banyak ulama dan cendekiawan terkenal. Berdiri sejak abad ke-8 M, universitas ini terus berperan dalam menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keislaman di dunia Arab dan internasional, mudah-mudahan bisa terus menjadi wadah keilmuan yang selalu memberikan impeck besar dalam kencah Internasional”. Ungkap Penulis, sebagai harapan dan doa.