PPI TUNISIA

KBRI Tunis Gelar Doa Bersama Bagi Relawan Misi Kapal Kemanusiaan Gaza

Penulis: Arifatun Nasichah (Mahasiswi S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis)

Tunis—Keluarga Besar Wisma Duta RI di Tunisia menggelar kegiatan doa bersama dalam rangka pelepasan delegasi Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) yang akan berangkat mengikuti misi Global Sumud Flotilla. Acara ini dilaksanakan di Wisma Duta RI di Tunis, Tunisia, pada Jum’at (5/9/2025).

Turut serta dalam acara ini, seluruh jajaran staff  KBRI, beberapa mahasiswa, serta para tamu dan para relawan yang hadir.

Acara ini digagas oleh Duta Besar RI untuk Tunisia, Bapak Zuhairi Misrawi, sebagai bentuk dukungan dan doa restu bagi para delegasi yang akan menjalankan misi kapal kemanusiaan untuk masyarakat Gaza, Palestina.

Acara dibuka dengan sambutan Bapak Dubes yang memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas keberanian dan komitmen para relawan.

Dalam sambutannya, ia menilai bahwa apa yang terjadi di Gaza merupakan kegagalan besar dalam sejarah kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya aksi nyata untuk menghentikan kekejaman yang dilakukan oleh Zionis Israel, “Apa yang terjadi di Gaza adalah kesalahan. Apa yang terjadi di Tepi Barat adalah kesalahan. Dan sebagai manusia kalau ada kesalahan, kita tidak boleh diam. Kita harus berjuang,” ujar Zuhairi.

Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Delegasi IGPC, Muhammad Husein, yang menyampaikan refleksi mendalam tentang makna perjuangan untuk Palestina dan mengobarkan semangat solidaritas di antara para relawan.

Ia menegaskan bahwa perjuangan membela Palestina bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi juga bagian dari warisan perjuangan spiritual umat Islam sepanjang sejarah, “Kita hidup di era ketika Palestina dijajah. Artinya, kita berbagi visi yang sama dengan para sahabat Nabi: pembebasan Masjidil Aqsha. Ini bukan sekadar solidaritas, tapi bagian dari perjuangan para nabi,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Baginya, acara ini merupakan momen penting bagi kekuatan doa dan kebersamaan umat Muslim, “Saya sangat senang sekali dengan adanya acara ini, karena ini momen yang pas dan kita benar-benar membutuhkannya. Sebagai Muslim, kita meyakini bahwa doa adalah senjata terbaik. Saya sangat mengapresiasi Duta Besar yang telah memfasilitasi dan menjadi tuan rumah. Semoga kita bisa terus solid sebagai keluarga besar,” ujarnya.

Selanjutnya, suasana berubah menjadi sangat khidmat saat doa bersama dipimpin oleh perwakilan mahasiswa Indonesia di Tunisia. Para relawan dan peserta dengan penuh kesungguhan menyatukan harapan agar perjalanan mereka menuju Gaza berjalan lancar, aman, dan penuh berkah.

Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama yang menjadi momen hangat untuk mempererat tali persaudaraan serta meneguhkan kebersamaan sebagai anak bangsa yang peduli dan terpanggil untuk berkontribusi dalam misi kemanusiaan.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa di luar negeri, terhadap perjuangan Palestina tidak hanya terpampang melalui spanduk atau media sosial, melainkan diwujudkan dalam doa dan aksi nyata. Jarak yang jauh tidak menjadi penghalang bagi semangat solidaritas dan kepedulian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *