PPI TUNISIA

Misteri Peta Al-Idris: Peta Ini Menunjukkan Lokasi Ya’juj& Ma’juj?

Penulis: Reval Vanggalih Gumilang (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Kairouan)

PPI Tunisia – Tahukah kalian tentang peta kuno Al-Idris? Peta yang menunjukan lokasi Ya’juj & Ma’juj dan pulau Al-Wakwak. Seperti namanya, peta ini dibuat oleh seseorang yang bernama Al-Idrisi (Muslim Sholar), dia adalah seorang cendekiawan Muslim di abad kedua belas. Tapi, ada yang unik dipeta ini. Selain sebuah fakta bahwa peta Al-Idrisi ini menjadi cikal bakal dari peta modern yang kita ketahui saat ini, peta ini membuat kita penasaran bagaiman bisa di dalamnya menunjukan lokasi-lokasi yang sampai sekarang ini pun menjadi sebuah misteri.

Jika kalian melihat ke sebelah kiri bagian bawah tertulis dengan jelas tulisan “gog dan magog”, yang mana ini menunjukan referensi dari lokasi Ya’juj dan Ma’juj. Ada satu Lokasi lagi yang disebutkan Al-Idrisi dalam petanya yang konon katanya pulau tersebut berisi pohon-pohon yang dapat berbuah manusia dan seluruh penduduknya adalah manusia.

Sebelum kita bedah mengenai peta Al-Idrisi ini, kita bahas dulu siapa Al-Idrisi ini. Al-Idrisi adalah seorang cendekiawan Muslim yang bernama lengkap Muhammad Al-Idrisi yang hidup di abad kedua belas masehi. Ia dikenal sebagai cendikiawan Muslim yang memiliki sumbangsih besar pada peta modern yang sekarang bisa kita nikmati saat ini. Al-Idrisi dalam pembuatan petanya menggabungkan pengetahuan geografi dari bangsa Yunani, bangsa Arab, dan bangsa Viking, dimana kita ketahui ketiga bangsa ini adalah bangsa – bangsa penjelajah. Lalu bagaimana kisah dibalik pembuatan peta ini? Lalu bagaimana cerita peta ini bisa dibuat?

Bagaimana Kisah di Balik Pembuatan Peta Ini?

Semasa mudanya, Al-Idrisi menempuh pendidikan di Cordoba, beliau juga dikenal sebagai penjelajah. Al-Idrisi muda telah menjelajah di Asia kecil, Hungaria, hingga ke wilayah utara sampai ke Inggris. Pada tahun 1138 M, terdapat seorang raja Sisilia, raja ini Bernama Roger II. Alkisah raja Roger II ingin mengundang Al-Idrisi ke sebuah pertemuan di Palermo dengan harapan bisa menjadikan Al-Idrisi salah satu pemimpin bonekanya di wilayah yang ingin dijajahnya. Tetapi, Roger II melihat bahwa Al-Idrisi lebih pantas menjadi cendikiawan daripada pemimpin bonekanya. Melalui pandangannya inilah muncul sebuah gagasan untuk membuat peta yang lebih akurat dari peta – peta sebelumnya yang sudah pernah dibuat. Lalu apa yang menarik dari peta ini?  

Apa yang Menarik dari Peta Al-Idrisi?

Yang pertama, cara membaca peta ini terbalik. Uniknya, arah selatan peta ini berada di atas atau di utara, sedangkan utaranya berada di selatan, bagaimana bisa?

Sebagaimana pada masa itu, yaitu pada abad pertengahan, banyak cendekiawan Muslim yang juga membuat peta yang acuannya adalah Makkah. Sehingga, mereka menggambar peta dari Makkah terlebih dahulu dilanjut ke bawah. Lalu tentang pulau Wakwak, pulau apakah itu?

Misteri di Balik Legenda Pulau Wakwak, Dihuni Wanita Cantik dan Hewan Berkalung Emas?

Pulau Al-Wakwak adalah pulau yang popular diceritakan pada abad pertengahan. Selain Al-Idrisi ada beberapa atau bahkan banyak cendikiawan Muslim yang membahas pulau ini di dalam manuskrip – manuskrip atau kitab yang mereka tulis, misalnya Al-Ramhurrmuzi (abad ke-10 M), seorang cendekiawan Muslim asal Iran. Bahkan, ada seorang Al-Biruni (abad ke-10 M), bapak matematikawan dunia. Ia menyebutkan dalam kitabnya “Al-Hind” mengenai pulau Wakwak. Berdasarkan catatan-catatan yang ditulis oleh para sejarawan dan cendekiawan abad pertengahan, pulau ini adalah sebuah pulau yang penduduknya hanya para wanita.

Bahkan, dalam catatan perjalanan seorang Persian yang tengah menuju Thailand pernah bertemu dengan kapten asal Belanda yang menyampaikan mengenai kisah pulau Al-Wakwak ini, ia berkata “Dalam perjalanan kami ke Cina, kami membuang sauh (jangkar) di sebuah teluk dari sebuah pulau untuk menghindari badai besar. Ada hal aneh dari orang-orang yang mendiami pulau, dimana mereka hampir menyerupai mahluk hidup. Kaki mereka pendek. Mereka telanjang dan memiliki rambut yang sangat panjang. Di malam hari mereka memanjat sampai puncak pohon-pohon mereka di dalam hutan. Begitu juga dengan para perempuan, sambil membawa anak mereka di lengan-lengan mereka. Setiap sampai di pohon, mereka akan mengikat rambut-rambut mereka kepada sebuah dahan dan bergantung disana sepanjang malam.” (catatan perjalanan seorang Persian menuju Thailand “The safinat Sulayman”).

Dunia ini penuh dengan misteri. Lalu, dalam peta Al-Idrisi, posisi pulau Al-Wakwak di mana ya? Dalam peta Al-Idrisi, Al-Wakwak merujuk pada satu wilayah di bagian Selatan Cina atau tepatnya di wilayah Indonesia di pulau Sumatera. Hal ini diperkuat dengan catatan yang ditulis oleh Al- Ramhurmuzi atau Burzugh dalam kitabnya yang berjudul “Aja’ib Al-Hind”.  Ia berkata, “Ja’far bin Rasyid, yang di kenal dengan nama Ibn Lakis, seorang muslim terkenal untuk negara-negara emas (pulau Wakwak), telah menceritakan kepada saya beberapa hal luar biasa tentang Wakwak yang dia saksikan sendiri. Pada tahun 334 Hijriah (945 Masehi), orang Wakwak berangkat dengan seribu kapal untuk melancarkan serangan yang gigih ke kota Kambaloh. Tetapi mereka tidak dapat merebutnya, karena kota itu dibentengi dengan kuat. Ia dikelilingi oleh lengan laut di tengah-tengah seperti sebuah benteng. Orang-orang dari negaraku (Persia atau Arab), dengan siapa para penyusup mengadakan pertandingan, bertanya mengapa mereka datang ke kambaloh daripada ke tempat lain”. (text bagian 1 – kitab “Aja’ib Al-Hind” pulau Wakwak).

Peta Al-Idrisi bukan sekadar warisan ilmiah, tapi juga pintu gerbang menuju misteri-misteri masa lalu yang belum terpecahkan. Pulau Al-Wakwak, entah nyata atau legenda, tetap menjadi tanda tanya besar yang menggugah rasa penasaran kita. Dan mungkin, itulah keindahan-keindahan sejarah yang tersisa untuk kita telusuri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *