PPI TUNISIA

BPC Kairouan Gelar Webinar Kepenulisan, Soroti Peran AI dalam Menulis

Penulis: Tiara Safhira Ramadani Fitri (Universitas S1 Az-Zaitunah, Kairouan)

PPI Tunisia – Badan Pengurus Cabang (BPC) Kairouan sukses menyelenggarakan Webinar Kepenulisan Internasional pada Minggu (14/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang menghadirkan Hardika Dwi Hermawan, M.Sc. ITE sebagai narasumber tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Tunisia, Mesir, Yaman, dll., yang bertujuan meningkatkan kompetensi kepenulisan mahasiswa Indonesia di Kawasan Timur Tengah dan Afrika. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah guru serta dosen dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.

Webinar mengangkat tema “Ketika AI Menggantikan Proses Berpikir: Risiko bagi Penulis Muda”. Acara diawali dengan pembukaan yang dibawakan oleh master of ceremony, Fatimah Azzahra, sambutan panitia, penyampaian materi oleh narasumber, sesi diskusi interaktif, dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis.

Dalam pemaparannya, Hardika Dwi Hermawan atau yang akrab disapa Kak Dika menjelaskan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta berbagai pemanfaatannya dalam dunia perkuliahan. Ia memperkenalkan sejumlah platform AI yang banyak digunakan mahasiswa, seperti Elicit dan Consensus, yang dapat dimanfaatkan untuk menelusuri referensi ilmiah, jurnal, maupun paper akademik secara lebih efisien. Menurutnya, kehadiran berbagai teknologi tersebut dapat membantu mahasiswa meningkatkan produktivitas belajar dan riset, selama digunakan secara bijak sebagai pendukung proses akademik.

Di tengah materi, Kak Dika mengadakan sesi ice breaking interaktif berupa identifikasi gambar dan video untuk menentukan apakah konten tersebut asli atau hasil rekayasa AI. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk kuis penilaian yang menguji ketelitian peserta. Ia juga menyampaikan bahwa pada pelatihan serupa yang diikuti guru dan dosen, rata-rata nilai berkisar 40–50, sedangkan peserta webinar kali ini mencapai rata-rata sekitar 60. Hal tersebut dinilai menunjukkan kemampuan analisis dan adaptasi mahasiswa Indonesia di Kawasan Timur Tengah terhadap perkembangan teknologi digital.

Lebih lanjut, Kak Dika menekankan pentingnya independensi dalam menulis serta kemampuan untuk tetap berporos pada pemikiran dan potensi diri masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), hendaknya diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung proses kreatif, bukan sebagai pengganti gagasan dan identitas penulis. Menurutnya, kualitas sebuah tulisan tetap ditentukan oleh kedalaman pemikiran, keaslian sudut pandang, dan kemampuan mengolah serta mengembangkan ide yang dimiliki. Informasi dari kecerdasan buatan tidak dapat diterima secara langsung, melainkan harus disaring, dan hal ini berlaku tidak hanya dalam kepenulisan, tetapi juga dalam berbagai aspek,” ujar Kak Dika saat menyampaikan materi.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas mahasiswa/i Indonesia di luar negeri. Ia menambahkan bahwa adanya kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur dan cerminan dalam melihat kembali bagaimana bersikap dalam penggunaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Ia berharap webinar ini dapat menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak karya tulis dari mahasiswa Indonesia.

Dengan terselenggaranya webinar ini, BPC Kairouan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang-ruang intelektual yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di tengah pesatnya kemajuan teknologi kecerdasan buatan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga momentum reflektif bagi mahasiswa untuk semakin kritis, bijak, dan mandiri dalam berkarya. Lebih dari sekadar acara, webinar ini menjadi pengingat bahwa di balik derasnya arus teknologi, kemampuan berpikir manusia tetap menjadi pusat utama dalam melahirkan karya yang bernilai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *