PPI TUNISIA

Batik Sebagai Simbol Identitas Bangsa: Mahasiswa Indonesia di Tunisia Rayakan Hari Batik Nasional

Penulis: Agiel Balya (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah)

Dalam rangka menyemarakan hari batik nasional yang diperingati setiap tanggal 2 oktober, Persatuan Pelajar Indonesia di Tunisia (PPI Tunisia) tidak mau ketinggalan ikut serta memperingati dan memeriahkannya dengan diadakan “Hari PPI Tunisia Berbatik”.

Pada acara ini, diwajibkan kepada seluruh mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Tunisia, terkhusus pada hari rabu, (02/10/2024) untuk beramai-ramai mengenakan pakaian batik dalam segala kegiatan sehari-hari, baik itu kegiatan kampus, kegiatan komunitas, dan juga kegiatan bersantai seperti ngopi di cafe. Hal ini juga ditujukan sebagai rasa cinta dan bangga kita terhadap budaya Nusantara. Batik sendiri telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia pada tahun 2009.

Sejak pagi, sudah terlihat para mahasiswa mengenakan berbagai macam batik dengan gaya yang elegan. Mereka beramai-ramai ke kampus menggunakan batik untuk aktivitas kuliah.

Di siang hari, selepas pulang dari kampus para mahasiswa juga masih turut mengenakan batiknya untuk kegiatan berkumpul santai di cafe sambil ngopi dan rehat sejenak.

Tak sampai di situ, pada sore hari, saat kajian komunitas Maqshaduna yang dilaksanakan di sekretariat PPI Tunisia, mahasiswa masih dengan nuansa batik yang mereka kenakan, hingga malam harinya, terlihat beberapa mahasiswa yang sedang santai menikmati malam setelah aktivitas yang lumayan padat duduk di bangku cafe dengan secangkir kopi, juga terlihat masih dengan batik yang dikenakannya.

Uniknya, beberapa dari mereka ada yang menggunakan sarung dan celana yang bermotif batik. Sungguh rasanya hari ini sangat berbeda sekali, dikarenakan seluruh lapisan mahasiswa Indonesia yang ada di Tunisia secara kompak mengenakan batik untuk segala kegiatan maupun aktivitas yang dilakukan di luar ruangan maupun di dalam ruangan.

Dalam perayaan ini, menjadikan kita merasa ada di tanah air. Dengan berbatik, kita bisa mengobati rasa rindu kita ke tanah air tercinta.

Meski sedang menempuh pendidikan di negeri orang yang jauh dari tanah air, hal ini tentu tidak menyurutkan antusiasme Mahasiswa Indonesia yang berada di Tunisia untuk menyemarakkan Hari Batik Nasional.

Kita semua mengenakan batik dengan berbagai corak motif yang indah dan beragam yang mencerminkan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Para mahasiswa juga mengenakannya dengan sangat bangga dan bahagia, serta memanfaatkan momen ini untuk berbagi cerita dan mengenalkan batik kepada teman-teman di Tunisia dan kepada khalayak internasional, yang sebagian besar belum akrab dengan budaya Indonesia. Tentu saja hal ini menjadi salah satu cara untuk mempromosikan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Di samping menjadi ajang untuk memperkuat dan mempromosikan identitas budaya Indonesia, pada kesempatan dan momen ini juga menjadikan mahasiswa Indonesia di Tunisia memeperat tali silaturahmi dan solidaritas mereka sebagai sesama penuntut ilmu yang merantau jauh dari tanah air tercinta.

Kebersamaan terjalin semakin kuat dan hangat saat mengenakan simbol batik dari kampung halaman mereka masing-masing, karena batik juga memiliki motif ciri khas tersendiri dari setiap daerahnya, yang melambangkan filosofi semboyan dari bangsa kita, yaitu “Bhineka Tunggal Ika”, meski berbeda-beda tetapi tetap satu jiwa – Indonesia.

Salah satu mahasiswa, Siti Fatimatuzzahra, yang sedang menempuh studi dalam jurusan ushul fiqh di Universitas Az-Zaitunah Tunisia, menerangkan bahwasannya ini adalah pengalaman pertamanya merayakan Hari Batik Nasional di Tunisia.

“Benar-benar suasana saat merayakan hari batik di Tunisia ini sangat seru dan meriah sekali, mereka semua (para mahasiswa) sangat kompak memakai batik pada hari ini, rasanya seperti kita melihat seperti di tanah air sendiri. Jadi mengingatkan kita akan rindu kepada tanah air Indonesia.” Ujarnya.

Tak hanya berhenti di situ saja, beberapa dari mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk membuat konten perayaan Hari Batik Nasional di Tunisia. Mereka mengabadikan momen ini untuk foto saat sedang dikampus dengan menggunakan batik, lalu mengunggahnya di laman story Instagram dengan mention akun Instagram @ppitunisia, serta banyak juga dari mereka yang membuat konten video lalu diunggahnya ke media sosial, disertai dengan keterangan pentingnya melestarikan budaya batik.

Dengan demikian, maka pesan budaya yang disampaikan tidak hanya kepada Masyarakat sekitar, namun juga kepada dunia internasional yang lebih luas.

Melalui momen ini pula, mahasiswa Indonesia di Tunisia melihat hari batik sebagai momentum untuk pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya yang sudah ada sejak dahulu. Walaupun saat ini kita hidup di era globalisasi.

Di tengah gempuran budaya asing, mereka menyadari bahwa sangat penting mempertahankan identitas budaya agar tidak hilang di tengah modernisasi. Dengan merayakan momen Hari Batik Nasional sekaligus memakai batik dan memperkenalkannya kepada dunia, para mahasiswa juga secara langsung menjadi duta budaya yang memperkuat citra Indonesia di mata internasional.

Pada akhirnya, dengan adanya perayaan ini, kita bisa memberikan pesan bahwa batik bukanlah sekedar kain, tetapi menjadi simbol kebangsaan, identitas, dan warisan budaya Nusantara.

Perayaan ini secara langsung memberi tahu kepada generasi muda lainnya, baik yang berada di tanah air maupun di luar negeri, bahwa budaya kita harus dijaga dan dilestarikan meskipun kita berada di lingkungan yang berbeda.

Semangat untuk melestarikan budaya batik yang dilakukan oleh Mahasiswa Indonesia di Tunisia adalah bukti bahwa kita sebagai warga negara Indonesia, di manapun kita berada, cinta terhadap tanah air dan budaya kita tidak akan pernah luntur dan pudar.