
Penulis: Muhammad Dakhlan Gazali (Mahasiswa S1 Universitas az-Zaitunah, Tunis)
Editor: Nuril Najmi Kamilia Suganda (Mahasiswa S1 Universitas az-Zaitunah, Tunis)
Tunisia – 26 Januari 2025, Persatuan Pelajar Indonesia ( PPI ) di Tunisia sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar ( MUBES ) PPI Tunisia yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota. Pada kesempatan kali ini, Mubes mengangkat tema “sinergi dan transformasi untuk masa depan gemilang.” di Auditorium Ibn Asyur
Pada sidang kali ini, dipimpin oleh Majelis Perwakilan Anggota (MPA), yang beranggotakan tiga orang, Muhammad Fhalih Habib Zaberti Lc. selaku presidium pertama, Amanah Atikah Lc. selaku presidium kedua, Akmal Harviansyah selaku Presedium Ketiga.
Sidang dimulai dengan dibacakan tata tertib oleh saudara Akmal kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggung jawaban dari masing-masing divisi selama setengah dekade serta musyawarah inti yang dipimpin oleh saudara Fhalih. Sebelum sidang dimulai, Akmal – panggilan akrab menyampaikan bahwa mubes ini dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi dan memperbaiki jalannya organisasi kedepannya.
“ Musyawarah besar ini merupakan kesempatan untuk kita bersama agar dapat mengevaluasi serta memperbaiki setiap aspek dari organisasi. Semua anggota memiliki peran penting dalam menjadikan PPI Tunisia lebih baik, dan ini adalah waktu yang tepat untuk saling berbagi ide dan pemikiran. “Ujarnya
Lebih lanjut Akmal menaruh harapannya agar mubes ini dapat berjalan lancar serta membawa perubahan dan manfaat bagi seluruh anggota PPI Tunisia.
“Harapan kami, kedepannya teman-teman semua dapat turut berpatisipasi aktif dalam kegiatan PPI Tunisia dan memberikan konstribusi terbaik, demi kemajuan bersama, masa depan ppi tunisia tergantung di tangan kita!!“ Tambahnya.
Dalam pelaksanaan sidang kali ini, ada satu hal menarik yang dapat kita jadikan budaya dalam sebuah organisasi yaitu evaluasi yang mendalam terhadap kinerja organisasi. Hal tersebut dapat dilihat Ketika setiap divisi memaparkan LPJ disertai program-program yang sudah berjalan maupun belum secara optimal bahkan kendala-kendala yang dihadapi dalam merealisasikan program tersebut, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang konstruktif antara anggota dan pengurus.
Ketua persatuan pelajaran Indonesia (PPI) Tunisia, Anwar Ibrahim menyoroti bahwa evaluasi dalam mubes ini adalah suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan organisasi.
“ melalui mubes ini, kita dapat menilai sejauh mana organisasi telah berkembang, serta mengidentifikasikan Langkah-Langkah yang perlu diperbaiki. Diskusi Bersama antara pengurus dan anggota membantu kita menemukan cara mengatasi permasalah yang ada.” Ujarnya.
Isu penting yang dibahas dalam Mubes kali ini ialah pengkaderan untuk kedepannya. Beberapa anggota menyoroti bahwa selama ini pengkaderan kurang terstruktur dan tidak terlalu diperhatikan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi PPI Tunisia. Perlunya kaderisasi yang lebih baik disepakati sebagai salah satu Langkah utama dalam menghadapi hal tersebut. Kaderisasi yang baik akan mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang lebih siap untuk melanjutkan roda kepengurusan agar membawa PPI Tunisia ke arah yang lebih baik di masa mendatang.
Selain itu, hal penting yang diungkapkan dalam Mubes ini ialah Pentingnya Komunikasi dan keterbukaan sesama anggota, sebagaimana, Mantan ketua PPI Tunisia 2023-2024, Hasya duta yang mewakili simposium PPID, mengungkapkan,
“Pengalaman saya sebagai ketua dulu mengajarkan bahwa tanpa komunikasi yang jelas dan keterbukaan dengan pengurus sebelumnya, kita bisa terjebak dalam kebingungan. Ini harus menjadi pembelajaran agar hal serupa tidak terulang dan agar organisasi dapat berjalan dengan lebih baik, tanpa adanya kesenjangan informasi antara pengurus baru dan yang lama.” Ujarnya.
Pada kenyataannya, tantangan dalam menjaga komuniasi yang efektif dan membangun kesepahaman antara pengurus baru dan lama menjadi hambatan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, Mubes PPI Tunisia 2025 menekankan pentingnya menciptakan komunikasi yang lebih terbuka serta transparan agar setiap Langkah organisasi dapat berjalan lebih efektif. Hal ini menjadi bukti bahwasanya anggota sangat berperan besar dalam memberikan masukan yang konstruktif, yang menjadi titik balik intropeksi bagi pengurus.