
Pengurus BPC Kairouan kembali membuat gebrakan baru dengan mempersiapkan regenerasi pengurus BPC Kairouan melalui kegiatan kaderisasi bertema “Patah Tumbuh, Hilang Berganti.” Kegiatan ini menjadi ruang untuk bertumbuh, berbagi, dan membangun regenerasi BPC Kairouan demi kepengurusan selanjutnya. Melihat jumlah mahasiswa BPC Kairouan yang terus bertambah dan kompleksitas persoalan organisasi yang meningkat, maka kaderisasi menjadi kebutuhan yang sangat penting dan mendesak.
Sebagaimana yang pernah disebutkan dalam buku Sang Penguasa karya Niccolò Machiavelli, kita diajarkan untuk tidak hanya menangani kesulitan yang ada saat ini, tetapi juga mengantisipasi kesulitan yang mungkin muncul di masa depan. Jika kesulitan bisa diduga lebih awal, ia bisa diatasi dengan mudah. Namun bila dibiarkan hingga berkembang, segala upaya penyembuhan akan terlambat. Berangkat dari pemikiran tersebut, pengurus BPC Kairouan akhirnya mengadakan kegiatan kaderisasi ini untuk membangun BPC Kairouan dan PPI Tunisia yang lebih siap dan lebih baik di masa mendatang.
Kegiatan kaderisasi ini berlangsung selama tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama dibawakan oleh Ketua dan Wakil Ketua, dengan materi tentang keorganisasian, kepemimpinan, serta penjelasan ulang mengenai AD/ART BNP dan KUPPI PPI Tunisia. Pertemuan kedua diisi oleh Sekretaris dan Bendahara dengan materi kesekretariatan dan keuangan. Kegiatan ditutup pada hari ketiga oleh anggota dari PPIDK Timtengka dan PPI Dunia, membawakan materi tentang organisasi di kawasan Timur Tengah dan Dunia, serta pentingnya mitigasi risiko dalam organisasi.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, semakin banyak organisatoris yang lahir dari BPC Kairouan. Karena peran organisator sangat vital untuk membangun BPC Kairouan yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, kita telah meletakkan fondasi penting agar kepengurusan tahun depan lebih siap dalam menyelesaikan berbagai problematika di lingkungan BPC Kairouan,” ujar Ardewa, Sekretaris sekaligus pemateri dalam kegiatan kaderisasi ini.
Kini, alat kelengkapan organisasi BPC Kairouan bisa dibilang mulai lengkap. Oleh karena itu, sumber daya manusianya pun harus disiapkan dengan lebih matang. Dengan kesiapan ini, pembangunan BPC Kairouan yang progresif dan inklusif akan lebih mudah tercapai. Harapannya, ketika pulang ke Indonesia, para kader ini bisa berkontribusi dalam membangun Indonesia Emas 2045. Semoga kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan visi besar tersebut.
Kemudian pada Minggu, 27 April, bagian Pendidikan kembali membuat gebrakan baru dengan mengubah konsep BPC Berdiskusi menjadi sesi membaca buku bersama, lalu menyampaikan hasil bacaan. Buku-buku yang dibaca meliputi sejarah Kairouan, nasionalisme, tasawuf, novel Islam Soekarno, buku hukum, serta literatur Islam seperti Hadis dan Al-Qur’an.
Kegiatan ini diinisiasi oleh bagian Pendidikan, yaitu Muhammad Jazuli, dengan harapan terciptanya lingkungan mahasiswa Kairouan yang gemar membaca (kutu buku) dan memiliki kesadaran literasi yang tinggi. Karena hanya dengan membaca buku, wawasan dapat bertambah, dan dengan wawasan itu kita melangkah lebih maju untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan dunia.Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi mewujudkan visi-misi Ketua PPI Tunisia, yaitu Tritradisi Mahasiswa: Literasi, Jurnalistik, dan Aksi. Dengan diadakannya kegiatan ini, keyakinan akan terwujudnya visi tersebut semakin kuat.
Kegiatan BPC Berdiskusi dengan tema “Book Time” dimulai pukul 20.00. Dipandu oleh Daffa Maulid Nugroho sebagai moderator, peserta diberi waktu sekitar 30 menit untuk membaca buku pilihan mereka, lalu dilanjutkan dengan sesi pemaparan hasil bacaan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, karena setiap peserta menghadirkan pemikiran yang menggugah dan membuka cakrawala baru, terutama bacaan-bacaan yang sangat relevan dengan perkembangan keislaman dan dinamika zaman sekarang.
Kegiatan ini semakin seru karena perpaduan berbagai keilmuan dari setiap peserta yang memantik diskusi yang menggugah. Semoga kegiatan ini menjadi pondasi yang lebih progresif dan inklusif ke depannya. Apalagi, keilmuan yang diperoleh dalam kegiatan ini seringkali sulit ditemui dalam perkuliahan formal, sehingga menambah antusiasme teman-teman untuk terus mencari ilmu baru. Konsep baru ini benar-benar segar dan patut diapresiasi sebagai terobosan hebat dari bagian Pendidikan.
Sebagaimana diungkapkan oleh Said Aly Varhan, mahasiswa Az-Zaitunah Tunisia yang turut menjadi peserta, “Saya merasa sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan ini, karena banyak sekali pengetahuan dan wawasan baru yang kami dapatkan. Ini membuat saya semakin bersemangat dalam menekuni keilmuan selama berada di sini.”
Kegiatan ini adalah bentuk konkrit pengayaan mahasiswa dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa yang dipandang sangat penting untuk selalu dilakukan di manapun. Karena dalam membaca kita dapat memasuki ruang pemikiran penulis dengan cepat dan tepat yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dalam menyusun buku. Dengan demikian kemampuan kognitif mahasiswa dapat meningkat seiring dengan buku yang dibacanya setiap waktu.
Namun, kami sebagai inisiator kegiatan ini berharap agar para mahasiswa sadar dalam budaya literasi yang sangat lekat dengan identitas mahasiswa.
Dengan peluncuran program strategis ini, BPC menunjukkan keseriusannya dalam membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga relevan dan responsif terhadap perubahan zaman. Diharapkan, seluruh kader dapat berpartisipasi aktif dan menjadikan kedua inisiatif ini sebagai bagian dari upaya kolektif untuk membawa BPC ke arah yang lebih maju dan progresif.
Semoga pondasi-pondasi dan kegiatan-kegiatan yang telah dibangun oleh BPC tahun ini dapat terus dikembangkan dan dilanjutkan oleh mahasiswa BPC Kairouan selanjutnya. Besar harapan kami, kegiatan-kegiatan ini menjadi cara terbaik bagi warga BPC Kairouan untuk membangun PPI Tunisia ke depan.