PPI TUNISIA

Musyawarah Besar Ciptakan Wajah Baru PPI Tunisia, Optimalkan Kemaslahatan Bersama

Penulis: Hasna May Ziadah (Mahasiswi S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis)

PPI Tunisia – Sidang Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia tahun kepengurusan 2025–2026 sukses diselenggarakan pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.12 CET dan bertempat di Auditorium Ibnu ‘Asyur, Universitas Az-Zaitunah, Tunisia.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan dan registrasi peserta oleh panitia pelaksana. Pada sesi registrasi, panitia Mubes bertugas mengoordinasikan pendataan peserta serta menyiapkan perlengkapan penyambutan.

Selanjutnya, para peserta musyawarah, presidium sidang yang berjumlah tiga orang, serta seluruh petugas memasuki ruangan. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh MC. Suasana auditorium tampak hening dan tertib, mencerminkan kesiapan peserta mengikuti jalannya musyawarah.

Seluruh hadirin dengan penuh kesungguhan dan khidmat menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne PPI Tunisia sebagai bagian dari rangkaian acara resmi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana, Imam Ashobri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal dalam mengamankan dan menyukseskan jalannya Mubes. Ia juga mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberlangsungan acara.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PPI Tunisia, Syarifuddin, Lc. Rangkaian sambutan dilanjutkan oleh perwakilan Majelis Perwakilan Anggota (MPA), Afifah Husnul Amin, kemudian oleh Nisa Firyal Wahyuni yang menyampaikan pemaparan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP). Lalu, pada agenda ke-8, dilaksanakan launching Majalah PPI Tunisia oleh M. Fathi Ilmy.

Agenda inti Musyawarah Besar diisi dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan Kabinet Sahakarya dan laporan Mubes 2026. Sebelum pemaparan laporan, peserta terlebih dahulu diberikan penjelasan singkat mengenai Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), serta Kitab Undang-Undang PPI Tunisia (KUPPI), khususnya bagi mahasiswa baru agar memahami struktur dan sistem organisasi PPI Tunisia.

Selanjutnya, laporan pertanggungjawaban dari masing-masing pihak ditampilkan melalui proyektor dan dibahas bersama oleh MPA dan pengurus PPI Tunisia. Sidang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pembentukan Tim Ad-Hoc oleh Afifah Husnul Amin..

Melalui Surat yang diputuskan tanggal 25 Januari 2026 tentang Pengangkatan Tim Ad-Hoc 2026 PPI Tunisia, ditetapkannya Muhammad Fikri Fadhlullah, Lc. sebagai ketua, diikuti enam anggota, yakni Deni Kurnia, S.Pd., S.H., M. Fhalih Habib Zaberti, Lc., Muhammad Farhan Qurota Yasir, Lc., dan Amanah Atikah, Lc.

Agenda berikutnya adalah pelantikan Komite Pemilihan Umum (KPU) PPI Tunisia 2026 yang dikawal oleh Afifah Husnul Amin dan Anwar Ibrahim Pulungan. Pelantikan dan Pengangkatan Komite Pemilihan Umum (KPU) PPI Tunisia 2026. KPU bertugas menyelenggarakan Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Ketua PPI Tunisia Tahun 2026–2027 secara tertib, kondusif, dan bertanggung jawab.

Adapun susunan KPU yang ditetapkan meliputi Badan Pengawas: Mohammad Fikri Fadhlullah, Lc., Auliya Zulfi Mirza, Lc., dan Deni Kurnia, S.Pd., S.H. Ketua Pelaksana dijabat oleh Ifan Adinya Firmansah dengan Maulana Akbar Irsyad sebagai Wakil Ketua Pelaksana.

Sidang Musyawarah Besar PPI Tunisia 2025–2026 ditutup dengan pengesahan keputusan-keputusan strategis sebagai landasan keberlanjutan organisasi ke depan, serta menjadi momentum konsolidasi dan penguatan peran PPI Tunisia dalam menjawab tantangan organisasi.

Kegiatan selanjutnya adalah pembacaan oleh Duta Komunitas dan pengenalan program buku dari masing-masing komunitas, yang dipimpin kepala komunitas. Acara ini fokus pada penguatan literasi, mencakup latar belakang program, progres penulisan, dan pembukaan perekrutan kontributor. Selain itu, dijelaskan mekanisme kepenulisan mulai dari pembuatan naskah, revisi, hingga tahapan pasca-eksekusi seperti desain sampul, sinopsis, pemilihan penerbit, dan percetakan.

Contoh program yang dipaparkan adalah proyek buku “Syariah yang Hidup” oleh Komunitas Maqshaduna, dengan penyusunan sinopsis Januari 2026 dan penyuntingan profesional direncanakan Mei–Juni 2026.Top of Form

Bottom of Form

Agenda selanjutnya adalah pemaparan Agenda Milad PPI Tunisia oleh Fither Ahladzikri. Ia menjelaskan rangkaian kegiatan Milad yang dimulai 26 Januari dengan Empower Games, menuju puncak perayaan pada 22 Februari. Fither menekankan bahwa Milad ke-32 bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat keharmonisan warga PPI, mengevaluasi kekurangan organisasi, dan menghidupkan kembali kader serta program yang sempat vakum.

Ia juga menyoroti pentingnya peran aktif seluruh warga PPI, baik pengurus maupun anggota, dalam membangun semangat organisasi. Fither menekankan hubungan erat antara Milad PPI dan Musyawarah Besar, yang menjadi bagian formal menuju puncak perayaan.

Acara ditutup oleh MC, menandai berakhirnya rangkaian Musyawarah Besar. Kegiatan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan dan keputusan yang akan menjadi pedoman kerja organisasi ke depan. Seluruh peserta kemudian meninggalkan ruangan setelah sesi foto bersama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *