
Penulis: Fina Lutfiana Zamrotun (Mahasiswi S1 Jurusan Hadharah Islamiyah, Fakultas Hadharah Islamiyah, Universitas az-Zaitunah, Tunisia)
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun PPI Tunisia ke-31, para mahasiswi Indonesia di Tunisia telah menyelenggarakan perlombaan menghias kue. Perlombaan ini diselenggarakan guna meramaikan rangkaian ulang tahun PPI Tunisia dan tidak hanya itu tujuan lainnya adalah semakin menguatkan tali silaturahmi antar mahasiswi PPI Tunisia.
Kondimen pendukung dari para panitia pun sangatlah beragam di antaranya para panitia menyediakan kue, krim, pewarna makanan dan lainnya. Untuk meningkatkan semangat para mahasiswi, para juri memberikan beberapa kriteria dalam penilaian perlombaan ini yaitu kreativitas, teknik, estetika, kesenian, filosofi kue, dan kebersihan. Perlombaan ini diikuti oleh enam kelompok, dengan setiap kelompoknya diisi oleh tiga orang.
Antusias para mahasiswi pun menjadikan perlombaan ini semakin meriah. Dengan rangkaian acara dimulai dengan hias kue dan dilanjutkan dengan mempresentasikan filosofi setiap kue yang sudah dihias. Filosofi yang ditampilkan pun sangat beragam seperti apa yang dipresentasikan oleh kelompok Blackpink, yang diketuai oleh kakak Atikah. Dengan mengambil filosofi kehidupan dari bunga bermekaran menggambarakan kebahagiaan taman surga dengan dasar warna putih yang bermakna suci, diiringi tiga bunga yang menggambarkan PPI Tunisia berumur 31, dengan corak warna pink dan merah yang bermakna keberanian, warna hijau yang berarti kesegaran, dan dengan taburan cokelat berjajar mengartikan persatuan.
Tak mau kalah dari kelompok sebelumnya, kelompok Grey Squad yang diketuai oleh kakak Aghnia dengan filosofi kue detak jantung PPI Tunisia dengan dengan dasar warna putih. Warna putih yang berarti suci dan dilapisi warna pink yang menggambarkan perempuan diiringi gambar bentuk sepuluh bintang yang diartikan sebagai sepuluh Butir Nilai PPI Tunisia, bentuk sayap melambangkan garuda Indonesia yang merupakan logo ulang tahun PPI Tunisia yang bermakna terus berkembang, dengan gambar detak jantung menjelaskan bahwa PPI Tunisia selalu mengiringi kehidupan mahasiswa layaknya detak jatung.
Dilanjutkan oleh kelompok Keriput Muda diketuai oleh kakak Atita, dengan filosofi “gen z” yang mandiri, menggunakan konsep kue layaknya dinamika PPI Tunisia, dengan kue bertingkat tiga yang menjelaskan keadaan PPI Tunisia hingga berumur 31 tahun. Dengan menggunakan wadah kotak pink yang menggambarkan kesahajaan, dengan hadapan lebih baik dan inovatif dan sejahtera. Tingkat pertama abstrak yang menggambarkan awal terbentuknya PPI Tunisia yang masih mencari jati diri, tingkat kedua dengan taburan choco chip yang berwarna gelap menggambarkan PPI Tunisia pada zaman covid-19 yang sebentar namun sangat terasa dampaknya, tingkat ketiga taburan kondimen warna warni dengan makna PPI Tunisia yang sudah berwarna selayaknya hari ini.
Grup keempat adalah Cakkiezz, diketuai oleh Siti Ruqoyyah dengan mengambil tema PPI Tunisia selalu di hati. Mengambil desain kue berbentuk kotak dengan makna mahasiswa PPI Tunisia selalu berpikir secara luas, dengan warna merah melambangkan warna tema ulang tahun PPI Tunisia di tahun ini, wujud gambar bendera indonesia menggambarkan rasa cinta yang dalam terhadap negara indonesia, keju yang terletak di setiap sisi menggambarkan musim dingin yang berada di Tunisia, dan tidak lupa desain tulisan ulang tahun PPI Tunisia ke-31.
Lalu ada kelompok Idaman Mertua diketuai oleh mbak Safira. Dengan mengambil filososfi selayaknya ulang tahun PPI Tunisia pada tahun ini yaitu Wonder Fest. Di dalamnya menggambarkan kekayaan indonesia yang disatukan menjadi desain kue yang indah. Kue dengan dasar warna putih yang bermakna polos dan dilapisi warna pink dengan arti kelembutan. Keu kemudian dipadukan dengan warna biru menandakan kebijaksanaan yang PPI semakin bijaksana, taburan choco chips yang menggambarkan tanah atau pondasi PPI Tunisia dengan corak warna hijau bermakna kehebatan para pencetus PPI Tunisia yang memperjuangkan PPI hingga saat ini. Kemudian angka 31 sesuai dengan usia PPI saat ini, dihiasi bermacam macam bunga menggambarkan masyarakat PPI Tunisia yang di atasnya ada tiga kupu-kupu yg bermakna PPI Tunisia yang bermetamorfosa dari awal hingga saat ini, dengan sayap yang terbang menggambarkan PPI Tunisia yang semakin sukses dan mendominasi.
Kelompok terakhir dalam presentasi lomba hias kue adalah kelompok Bahtera Rumah Tangga yang diketuai oleh kakak Suci. Kelompok ini mengulaskan desain bentuk kue bulat yang menggambarkan bumi, dengan warna putih yang menggambarkan kesucian dengan warna biru yang berarti lautan. Dengan mengambil tema kue PPI berlayar, taburan choco chips warna cokelat layaknya melambangkan tanah yang bermakna mengingatkan kita setiap hal yang kita lalukan di dunia akan tetap kembali ke tanah, hiasan buah jeruk dan strawberry dengan rasa yang asam memaknai filosofi hidup yang tidak selalu indah.
Beragam ulasan filosofi kue yang di sampaikan oleh para peserta menjadikan lomba ini sangat menarik, mengingatkan banyak peristiwa yang sudah dilalui oleh PPI Tunisia hingga menjadi organisasi besar yang berhasil menggaet beberapa media publik seperti Kompas.id.
Namun, bukan hanya sekedar perlombaan acara ini menjadikan betapa besar kontribusi organisasi PPI Tunisia dalam setiap perjalanan mahasiswa. Menyadarkan para mahasiswa rasa cinta terhadap organisasi PPI Tunisia yang mendalam dan bukan sekedar rasa cinta terhadap sebuah organisasi melainkan seperti rasa cintanya terhadap sesuatu yang patut dilindungi dan dijaga.
Berbagai harapan yang diinginkan untuk setiap mahasiswa di setiap tahunnya agar semakin membaik dan lebih erat dalam kekeluargaan. Dan menjunjung tinggi setiap aturan yang ada baik itu aturan tertulis maupun tidak tertulis dalam lingkungan PPI Tunisia, tetap menjunjung adab dan norma yang sudah menjadikan PPI Tunisia memiliki reputasi baik dari masyarakat sekitar.