
Penulis: Muhamad Fathi Ilmy (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis)
Milad PPI Tunisia – 22 Februari 2026 merupakan puncak peringatan Milad ke-32 PPI Tunisia yang berlangsung meriah dengan sorotan utama pada peragaan busana budaya adat khas Indonesia dari berbagai daerah. Fashion show budaya ini menjadi simbol kuat persatuan diaspora Indonesia di Tunisia yang tetap menjaga identitas kebangsaan di tengah kehidupan perantauan.
Berbagai pakaian adat ditampilkan oleh mahasiswa Indonesia yang berasal dari beragam provinsi, mulai dari busana tradisional Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan Indonesia Timur. Bahkan tradisi adat seperti tarian Zapin khas Sumatra dan peragaan seni bela diri juga menjadi daya tarik diaspora Indonesia.
Setiap perwakilan tidak hanya memperagakan busana, tetapi juga menyampaikan informasi singkat mengenai filosofi, makna simbolik, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penampilan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus pengenalan kekayaan budaya Indonesia kepada sesama diaspora dan tamu undangan.
Ketua panitia, Hakiki Delviano, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peragaan busana adat ini bertujuan untuk memperkuat rasa kebangsaan dan mempererat kebersamaan mahasiswa Indonesia di Tunisia. “Di negeri perantauan, identitas budaya adalah pengikat batin. Melalui busana adat, kita tidak hanya menampilkan keindahan kain dan warna, tetapi juga sejarah, nilai, dan jati diri bangsa,” ujarnya.
Antusiasme peserta dan penonton begitu terasa sepanjang acara. Sorak dukungan dan tepuk tangan mengiringi setiap langkah para peraga. Banyak di antara diaspora yang mengabadikan momen tersebut sebagai bentuk kebanggaan dan kenangan kolektif. Tidak sedikit pula yang mengungkapkan rasa haru karena dapat menyaksikan ragam budaya Nusantara hadir dan bersatu di Tunisia.
Acara ini juga menjadi momentum kebersamaan lintas angkatan. Mahasiswa baru hingga senior berkolaborasi dalam persiapan kostum, tata panggung, hingga teknis acara. Semangat gotong royong tampak jelas sejak proses latihan hingga pelaksanaan hari ini. Kebersamaan tersebut memperlihatkan bahwa PPI Tunisia bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan rumah bersama bagi diaspora Indonesia.
Peragaan busana adat ini menegaskan bahwa Milad ke-32 bukan hanya perayaan usia organisasi, tetapi juga perayaan identitas dan solidaritas. Di tengah dinamika kehidupan global, diaspora Indonesia di Tunisia menunjukkan bahwa mereka tetap bangga membawa budaya Nusantara, merawat persatuan, serta memperkuat kekeluargaan di tanah perantauan.
Melalui kegiatan ini, PPI Tunisia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai kebudayaan sekaligus membangun generasi diaspora yang berakar pada tradisi, namun tetap adaptif menghadapi tantangan zaman.
PPI Tunisia juga kembali menegaskan akan ia bukan hanya sekadar ruang gerak organisasi, melainkan menjadi ruang reflektif yang kembali meneguhkan arah gerak diapora Indonesia itu sendiri di negeri perantauan, khususnya Tunisia dan dapat menunjukkan kepada lingkup global bahwa PPI Tunisia menjadi ruang diplomasi yang dapat menunjukkan kualitas budaya lokal di hadapan manca global.