
Penulis: Anwar Ibrahim Pulungan (Mahasiswa S2 Universitas Az-Zaitunah)
PPI Tunisia – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PPI Dunia bersama PPID Kawasan Timur Tengah dan Afrika atas keberhasilan memperjuangkan kebijakan reimbursement (penggantian biaya) tiket transportasi bagi mahasiswa Timur Tengah yang bertugas sebagai Tenaga Pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (TP-PPIH) Tahun 2026. Acara ini berlangsung pada tanggal 30 Juli 2026 di Tunis, Tunisia.
Terwujudnya kebijakan tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan PPI Dunia dalam mengawal aspirasi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya terkait aspek kesejahteraan selama menjalankan tugas pelayanan pada musim haji. Melalui berbagai forum komunikasi, audiensi, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Indonesia, PPI Dunia berhasil menyampaikan pentingnya dukungan pemerintah terhadap biaya transportasi mahasiswa yang sebelumnya harus ditanggung secara mandiri.
Perwakilan TP-PPIH Tunisia sekaligus Ketua PPI Tunisia periode 2024–2025, Anwar Ibrahim Pulungan, menyampaikan bahwa kebijakan ini memberikan dampak yang sangat berarti bagi para mahasiswa yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Sebelum adanya kebijakan reimbursement, biaya tiket perjalanan menjadi salah satu beban finansial yang cukup besar bagi mahasiswa yang bertugas. Kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi kesiapan dan konsentrasi dalam menjalankan amanah pelayanan kepada jamaah haji. Oleh karena itu, kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, beserta seluruh jajaran yang telah mengawal aspirasi ini melalui Direktorat Hubungan Antar Lembaga PPI Negara dan Kemitraan hingga akhirnya memperoleh respons positif dari pemerintah,” ujar Anwar.
Dengan diberlakukannya kebijakan reimbursement tiket transportasi, mahasiswa yang mengemban amanah sebagai TP-PPIH kini dapat menjalankan tugas dengan lebih tenang, fokus, dan optimal tanpa dibayangi beban biaya perjalanan dari maupun menuju negara tempat mereka menempuh studi.
PPI Tunisia juga memberikan apresiasi atas peran strategis PPI Dunia dalam membangun koordinasi dan mempererat solidaritas mahasiswa Indonesia yang berasal dari sembilan negara studi di Kawasan Timur Tengah. Melalui kepemimpinan dan komunikasi yang baik, PPI Dunia berhasil menciptakan sinergi yang kuat sehingga seluruh mahasiswa dapat bekerja sebagai satu tim yang solid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji Indonesia.
Semangat kolaborasi tersebut terbukti memberikan dampak positif selama masa operasional haji. Kehadiran 133 mahasiswa yang ditempatkan di berbagai bidang mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, mempercepat penyelesaian berbagai tantangan di lapangan, serta mendorong terciptanya pelayanan yang lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan kompetensi masing-masing personel.
Selain itu, PPI Tunisia turut menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.A.P.; Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A.; Menteri Haji dan Umrah RI, K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim; Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E.; Kyai Imam Jazuli; serta M. Ilham Effendy, selaku Kepala Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah yang telah menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswa Indonesia yang bertugas pada penyelenggaraan ibadah haji.
PPI Tunisia mengapresiasi keterbukaan dan perhatian para pemangku kebijakan dalam menerima aspirasi mahasiswa, yang kemudian diwujudkan melalui implementasi kebijakan reimbursement tiket transportasi. Kebijakan tersebut menjadi bukti nyata hadirnya dukungan pemerintah terhadap kontribusi mahasiswa Indonesia dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan ibadah haji.
Ke depan, PPI Tunisia berharap sinergi yang telah terbangun antara PPI Dunia, PPID Kawasan Timur Tengah dan Afrika, PPI Negara, pemerintah Republik Indonesia, serta seluruh mahasiswa Indonesia di luar negeri dapat terus diperkuat. Kolaborasi yang baik ini diharapkan mampu menghadirkan berbagai kebijakan yang semakin berpihak pada kesejahteraan pelajar Indonesia di mancanegara sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji Indonesia pada tahun-tahun mendatang.