
Penulis: Muhammad Fathi Ilmy (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis)
Tunis, Kamis 18 September 2025 —Perayaan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dalam resepsi diplomatik yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunisia berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan global, khususnya hubungan persahabatan erat antara Indonesia dan Tunisia yang sejak lama telah diserukan dan terjalin dalam lintasan sejarah kedua bangsa.
Dalam resepsi tersebut, hadir para pejabat pemerintah Tunisia, korps diplomatik dari berbagai negara sahabat, tokoh masyarakat, akademisi, hingga diaspora Indonesia. Penyelenggaraan acara ini tidak hanya menjadi peringatan historis, melainkan juga sebuah mozaik sinergis yang menghimpun berbagai keberagaman etnis, bahasa, adat istiadat, maupun teologi. Kehangatan tersebut menggambarkan eratnya solidaritas Indonesia–Tunisia dalam bingkai persaudaraan antarbangsa.
Duta Besar RI untuk Tunisia, KH. Zuhairi Misrawi, dalam sambutannya menegaskan bahwa ulang tahun ke-80 Indonesia bukan hanya menjadi perayaan nasional, tetapi juga refleksi perjalanan diplomasi yang mengedepankan nilai persaudaraan, “Indonesia selalu menempatkan Tunisia sebagai sahabat sejati. Semua persahabatan yang kuat, persaudaraan yang hangat, dan solidaritas yang erat tidak akan terwujud tanpa jasa perjuangan diplomasi antara Ir. Soekarno dan Habib Bourguiba yang telah membangun pondasi persaudaraan sejak awal,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari kalangan akademisi Tunisia. Dosen Universitas Az-Zaitunnah, Umar Asy-Syibly, menilai resepsi diplomatik ini menghadirkan nuansa yang sangat mendalam, “Acara ini bukan hanya menjalin persaudaraan secara jasmani, tetapi juga secara ruhani dan spiritual. Hebatnya, Indonesia mampu mengumpulkan orang-orang dari berbagai latar belakang berbeda dalam satu ruang, dan ini menjadi bukti nyata betapa eratnya persatuan Indonesia dan Tunisia,” ujarnya.
Resepsi diplomatik ini juga menampilkan simbol budaya Indonesia, mulai dari busana adat, hidangan khas nusantara, hingga pertunjukan seni yang memperkaya suasana keakraban. Para tamu undangan dari Tunisia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia dalam menjaga semangat solidaritas internasional serta memperkuat kerja sama lintas bangsa. Apalagi para undangan ikut memeriahkan acara dengan ikut berdendang riang dan bernyanyi lagu lokal Indonesia berasama seperti lagu Tak Bola-Bale. Hal ini menegaskan akan eratnya tali persaudaraan antarsesama, antarbangsa, terutama Indonesia-Tunisia.
Acara ditutup dalam suasana penuh persaudaraan, menegaskan bahwa diplomasi Indonesia bukan hanya sebatas politik dan kerja sama formal, tetapi juga tentang membangun jembatan hati antarbangsa. Momentum peringatan 80 tahun kemerdekaan ini pun menjadi panggung persahabatan yang menyatukan Indonesia, Tunisia, dan dunia dalam semangat kebersamaan.