PPI TUNISIA

ORBIT 2.0

Penulis : Hadi Wijaya ( Mahasiswa S1 Universitas Zaitunah, Tunis)

Seperti sebuah satelit yang siap meluncur ke orbitnya, mahasiswa baru pun kini berdiri di ambang pintu dunia kuliah. Mereka adalah benda langit yang baru saja diprogram untuk mengitari kehidupan kampus, dengan segala dinamika dan gravitasi yang mempengaruhinya. Dunia kuliah adalah galaksi yang luas, penuh tantangan dan peluang. Mereka akan bergerak dengan kecepatan yang tak terduga, terkadang terhenti oleh medan ujian yang berat, namun selalu bergerak maju menuju titik tujuan: kebermanfaatan. Dalam perjalanan ini, ada kalanya mereka akan melenceng dari jalur yang telah ditentukan, namun, seperti satelit yang terus menemukan orbitnya, mereka akan menemukan kembali arah yang tepat, dengan tekad yang semakin kuat. Setiap langkah, setiap detik, adalah perjalanan menuju pencerahan, menuju pemahaman yang lebih dalam akan dunia dan diri mereka sendiri.

Mahasiswa baru ibarat sebuah roket yang baru saja meluncur dari bumi, meninggalkan zona nyaman dan siap menembus atmosfer dunia kuliah. Mereka adalah benda yang belum sepenuhnya menemukan orbitnya, terlebih lagi mereka sudah meninggalkan tanah airnya untuk menimba ilmu di rantau jauh yang disebut tanah El – Khadra.

Acara ORBIT adalah sebuah kegiatan pengenalan yang diadakan PPI Tunisia untuk menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan mereka kepada lingkungan kampus. Seperti halnya orbit yang menghubungkan suatu benda dengan pusat gravitasi, acara ini bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa baru dengan berbagai aspek kehidupan kampus, seperti budaya akademik, organisasi, dan komunitas yang ada di dalamnya.

Melalui acara ini, mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang kampus, memupuk rasa kekeluargaan antar sesama mahasiswa Indonesia di Tunisia, pengenalan tentang butir nilai persatuan PPI Tunisia, sejarah serta pemikiran yang ada di Tunisia, dan semua hal yang mengenai organisasi PPI Tunisia.

Tahun ini adalah tahun yang spesial untuk acara ORBIT, karena mahasiswa yang datang tidak hanya berkuliah di Universitas Zaitunah di Tunis dan Kairouan saja, namun juga di tahun ini ada beberapa yang berkuliah di universitas selain Zaitunah, seperti Universitas Mannouba, Universitas Sousse, dan Universitas Kairouan. Hal ini tentu memberi warna baru untuk atmosfer dinamika keilmuan mahasiswa Indonesia di Tunisia.

Rentetan acara yang dikomando oleh saudara Fikran Munawwar dan wakilnya Ilham Fardiansyah dimulai dengan pembagian kelompok – kelompok yang berjumlah 7 orang mahasiswa baru dan 2 orang pembimbing kelompoknya. Jumlah keseluruhan kelompok ada 10 kelompok yang dinamai dengan museum – museum yang ada di Tunisia, seperti Zarzis, Sfax, Gafsa, Bardo, Salammbo, Mehdia, Kerkoane, Roqqoda, Carthage, dan Sousse.

Suasana pembagian kelompok penuh dengan kehangatan yang disertai dengan perkenalan setiap anggota kelompok dan para pembimbing, bercerita tentang pengalaman kuliah di Tunisia, serta menjelaskan apa yang akan dilakukan selama perhelatan acara ORBIT ini. Tentu saja setiap kelompok akan diberi tantangan untuk membuat video perkenalan individu maupun kelompok, menghafal lagu kebangsaan Tunisia dan lagu hymne PPI Tunisia, memahami Butir Nilai Persatuan PPI Tunisia, serta yang paling seru yaitu menyiapkan yel – yel yang akan diadu dengan kelompok lainnya.

Dalam pekan pertama perhelatan ORBIT, para kelompok akan diberi waktu untuk mengenal lebih dekat antara anggota – anggota dengan para pembimbing mereka, serta menyiapkan untuk acara yang akan datang. Beberapa kelompok ada yang memulai dengan membuat yel – yel, membuat video bersama di tempat – tempat seperti kafe, tempat makan, dan lain sebagainya.

Rentetan acara ORBIT kemudian berlanjut ke acara jaulah, yaitu kegiatan berkeliling – keliling menuju Jami Zaitunah, salah satu Jami yang tertua di dunia. Acara ini dimulai dengan pertunjukan yel – yel setiap kelompok yang memakai kostum khas dari setiap kelompok dan kemudian mereka akan diarahkan menuju masjid Zaitunah.

Dengan berkolaborasi dengan komunitas Sarrajine, acara ini diisi dengan pemaparan sejarah tentang masjid Zaitunah. Para mahasiswa baru sangat antusias mengikuti acara ini, ada yang mencatatnya, mengingatnya dan kemudian akan diberi sebuah kuis berhadiah untuk para peserta yang bisa menjawab seputar sejarah masjid Zaitunah.

Pada keesokan harinya acara berlanjut menuju acara Grand Opening ORBIT 2.0, acara ini dilaksanakan di Sekretariat PCINU Tunisia. Dalam acara ini berisi seminar ilmiah yang bertajuk “Menggali Nilai – nilai Bersama Tradisi dan Modernitas di Timur dan Barat” dihadiri oleh tiga narasumber, yaitu saudara Fhalih Habib Zaberti, saudara Fajrul Falah, dan saudara Ahmad Hashif Ulwan.

Seminar ini bertujuan untuk menanamkan tradisi yang asri dari keilmuan Tunisia, nilai – nilai murni norma dan etika yang berasaskan kekeluargaan, seperti salam, senyum, sapa, kepada setiap mahasiswa dan warga Indonesia di Tunisia, menumbuhkan giat tritradisi mahasiswa, serta pengenalan elemen – elemen organisasi PPI Tunisia, seperti KUPPI, AD ART PPI Tunisia, dan Butir Nilai Persatuan PPI Tunisia. Acara ini penting untuk menjaga jati diri sebagai anggota PPI Tunisia.

Dalam rangkaiaan acara ORBIT para mahasiswa baru diajak untuk merumuskan tujuan mahasiwa yang disebut dengan “ Manifesto Jati Diri ”. Ini merupakan karya yang dibuat oleh perwakilan dari setiap anggota mahasiswa baru dalam menentukan langkah awal sebagai mahasiswa yang akan “mengorbit” menuju dunia akademik kampus maupun organisasi. Karena inilah yang membuat kenyamanan para mahasiswa baru sebelum berkecimpung di manapun, maupun di ruang lingkup mahasiswa bahkan di ruang lingkup sebagai diaspora.

Setelah sepekan kemudian tibalah dalam acara penutup dari serangkaian acara ORBIT, yaitu acara perkemahan dan malam keakraban. Dalam acara ini kami menuju tempat perkemahan di Borj Cedria, acara dimulai pada malam hari dengan beradu yel – yel setiap kelompok. Pada malam itu para peserta dibuat melingkar dan mulai menyerukan yel – yel khas mereka.

Kemudian para peserta, panitia dan semua pembimbing diajak untuk melingkari api unggun. Malam yang hangat penuh dengan suka cita itu diisi dengan orasi dari ketua PPI Tunisia, saudara Anwar Ibrahim. Dengan menjelaskan jati diri sebagai mahasiswa, ketua PPI Tunisia sangat bersemangat dalam menyerukan tradisi PPI Tunisia dalam beretika dan beraktivitas sehari – hari, bahwa kita sebagai PPI Tunisia harus saling tolong menolong dalam kebaikan. Kemudian dilanjut dengan pemaparan komunitas – komunitas yang ada di PPI Tunisia, seperti Maqshaduna, Tanwir, dan ZAQU oleh para ketua komunitas.

Malam itu larut dengan kehangatan para peserta, malam itu diisi dengan games yang membuat semakin akrab dengan atmosfer kekeluargaan. Pada pagi harinya dimulailah lomba – lomba untuk setiap kelompok, para kelompok akan menampilkan penampilan terbaik mereka yang sudah disiapkan sebelumnya. Lomba pertama adalah lomba Got Talent, para semua anggota kelompok menampilkan sebuah pertunjukan yang memukau dan lucu, kemudian dilanjut dengan lomba bernyanyi dibarengi dengan lomba ranking satu, dan lomba terakhir adalah lomba standup comedy.

Setelah istirahat sholat dan makan, acara yang ditunggu – tunggu tiba, yaitu pembacaan juara dari kelompok terbaik, pembimbing terbaik, dan juara – juara di setiap lomba. Genaplah sudah rangkaian acara ORBIT yang panjang.

“Harapan daripada kegiatan ORBIT ini yaitu agar mahasiswa baru lebih meresapi dan mengeksekusi semangat kekeluargaan yang membangun ketika di tanah rantau Tunisia ini, demi tercapainya visi intelektualis yang mereka bawa, demi bakti untuk Indonesia.” Ujar Fikran Munawwar sebagai ketua pelaksana ORBIT.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *