PPI TUNISIA

Tahun Ajaran Baru, PPI Tunisia Ajak Mahasiswa Menempuh Langkah Baru Menuju Kesuksesan

Penulis : Arifatun Nasichah (Mahasiswi S1 Universitas Zaitunah di Tunis)

Sebagaimana yang telah kita pahami, bahwa tahun ajaran baru merupakan kesempatan emas bagi para pelajar untuk membangun dirinya menjadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Masa yang cocok untuk merefleksi diri dan menetapkan ambisi serta daftar keinginan yang belum terpenuhi. Penting dirasa untuk para pelajar memiliki kesadaran terhadap tujuan akademis dengan pemikiran yang lebih realistis.

Begitupun yang saat ini dihadapi oleh para mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Tunisia. Bagi mereka, tahun ajaran baru menjadi momen yang penting untuk membangun motivasi dan meningkatkan kesadaran diri akan tujuan yang lebih jelas arahnya. Juga, sadar akan potensi yang perlu diasah dan dikembangkan, mengingat bahwa PPI Tunisia hadir menjadi wadah untuk merealisasikan potensi-potensi dan bakat yang terpendam dalam diri mereka sehingga banyak pula pengalaman dan pembelajaran yang dapat dituai. Namun, perlu adanya keseimbangan antara bidang akademis dengan non akademis.

Di sini, PPI Tunisia serta merta menyuguhkan tips and tricks yang perlu dilakukan dalam menyambut tahun ajaran baru :

Pertama, menganalisis diri dan mempersiapkan dengan persiapan yang matang. PPI Tunisia mengajak seluruh mahasiswa untuk memiliki kesadaran diri. Sadar akan pentingnya pendidikan. Menurut Listyowati, kesadaran diri (self awareness) adalah kondisi ketika seseorang dapat memahami dirinya dengan sebaik-baiknya dengan kesadaran pikiran, evaluasi diri, dan perasaan. Sehingga, perlu dilakukannya perenungan terhadap pencapaian tahun lalu untuk mengevaluasi serta mengenali kekuatan dan kelemahan diri. Dalam memahami diri, harus diiringi juga dengan penyusunan taktik baru seperti pembuatan target-target yang ingin diraih serta memperhatikan tujuan jangka panjang dan rencana-rencana baru yang kompatibel dengan memikirkan keadaan realistis yang ada.

Kedua, pintar mengambil tindakan dalam menghadapi tantangan. Tantangan akan selalu menghampiri di setiap proses kehidupan karena pelajaran hidup didapatkan darinya. Di usia yang menginjak dewasa ini, karakter seseorang pastilah berubah. Memetik dari pendapat Erik Erikson, baginya mahasiswa berada pada tahap “Identitas vs. Kebingungan Identitas”. Mereka sering mencari jati diri dan mempertanyakan nilai serta tujuan hidup mereka. Sehingga, peraasaan cemas dan stress merupakan hal yang lumrah. Dalam menyikapinya, mereka perlu menanamkan pola pikir positif dan tetap mengapresiasi pencapaian yang telah diperoleh. Hal ini penting agar mampu memantapkan kaki untuk menapak dengan lebih percaya diri.

Tak hanya itu, sebaiknya yang perlu dilakukan adalah dengan memotivasi diri untuk lebih sigap menyikapi diri ketika berada di fase bawah (mental down) selaras dengan masalah ini kerap kali diderita oleh kalangan mahasiswa. Tabrani Rusyan menjelaskan bahwa motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. Motivasi bisa datang dari internal maupun eksternal. Dengan demikian, PPI Tunisia menjadikan organisasi sebagai rumah untuk memperbaiki diri, mengembangkan keterampilan, serta menjadi media bersosialisasi. Ditambah lagi organisasi ini juga memberikan teman baru dan jejaring sosial yang lebih luas yang dampaknya memudahkan kita melewati tantangan dan mencapai kesuksesan.

Terakhir yang tidak kalah penting adalah membangun rutinitas yang baik, penting bagi mahasiwa untuk membiasakan rutinas yang positif bagi dirinya sendiri. Namun, perubahan tidak akan terjadi secara langsung, melainkan dapat dirasakan sedikit demi sedikit. Membangun kebiasaan baik juga bisa diawali dengan pekerjaan yang sederhana seperti berolahraga, menjaga pola makan, dan tidur secukupnya. Hal ini terlihat mudah, tetapi bagi mahasiswa yang menempuh studi di luar negeri, begitupun mahasiswa di Tunisia, sering merasakan kewalahan. Pasalnya, terdapat beberapa faktor yang tidak mendukung seperti pergantian cuaca yang ekstrim yang menyebabkan waktu makan yang berubah-ubah dan juga waktu untuk tidur. Untuk itu, lagi-lagi PPI Tunisia, dengan membawa asas kekeluargaan seringkali menghimbau untuk lebih menjaga kesehatan diri bahkan diwujudkan dengan adanya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan di waktu-waktu tertentu.

Tetapi untuk mewujudkan perubahan diri, kesadaran juga penting untuk diperhatikan. Ketika perubahan kecil dilakukan, tubuh akan terbiasa dengan kebiasaan baik sehingga lebih mudah untuk mengisi waktu dengan efektif.

Tidak seperti tahun ajaran yang di Indonesia, tahun ajaran di Tunisia relatif cepat. Kami ingin mengajak teman – teman PPI Tunisia agar menggunakan masa belajar kita sebaik mungkin. Pasalnya, kita akan kembali untuk mengabdi di Indonesia sebagai pelopor pembangunan peradaban Bangsa Indonesia. Kita akan mengambil peran masing – masing dalam masyarakat terlebih khusus untuk diri sendiri. Mulailah kembali merajut semangat, jangan lupa untuk mengatur waktu antara organisasi dan kuliah dengan baik.

Tahun ajaran baru merupakan tempat yang sesuai untuk memulai awal yang baru. Menjadi pribadi dengan kualitas yang lebih baik adalah idaman bagi setiap orang. PPI Tunisia mendorong mahasiswa untuk bergerak maju serta membangkitkan semangat belajar. Tak berhenti disitu, PPI Tunisia juga memberikan peluang dan ikut andil dalam bentuk kerja nyata untuk membantu para mahasiswa dalam menemui dirinya dengan kualitas yang lebih baik. Penjabaran diatas diharapkan dapat memberikan pendekatan yang tepat bagi setiap mahasiswa untuk meraih keberhasilan dan menjadikan tahun ajaran ini lebih berarti.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *