PPI TUNISIA

Menumbuhkan Tri Tradisi melalui Webinar Kepenulisan: Aksara Bicara Menghidupkan Gagasan melalui Tulisan

Penulis: Muhammad Rival Haikal (Mahasiswa S1 Universitas Zaitunah, Kairouan)

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia di bawah naungan Badan Pengurus Cabang (BPC) Kairouan kembali membuat gebrakan baru dengan menggelar Webinar Kepenulisan. Acara ini berkolaborasi dengan komunitas Majelis Kajian Mahasiswa (MAKHA) Kairouan dan Lingkar Pena Irbid, Yordania. Pada tanggal 13 Desember 2024 dan 14 Desember 2024. Kegiatan ini diselenggarakan melalui Zoom Meeting, dengan mengusung tema: Aksara Bicara Menghidupkan Gagasan Lewat Tulisan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan disambut dengan antusiasme tinggi dari seluruh mahasiswa Indonesia di Kairouan.

Acara ini digagas oleh Bagian Pendidikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Kairouan, Tunisia. Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menjawab keresahan, keprihatinan, dan kepedulian terhadap pentingnya kepenulisan serta karya tulis. Dalam perkembangan zaman yang begitu cepat, serta maraknya teknologi canggih, karya tulis mulai kurang diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda. Mereka kini lebih tertarik pada konten-konten berupa video, gambar, atau audio, seperti podcast.

Oleh karena itu, semoga kegiatan ini dapat menjadi solusi dan langkah konkrit untuk mengantisipasi fenomena-fenomena yang terjadi di era sekarang, sekaligus menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya kepenulisan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi dari kepengurusan PPI Tunisia saat ini, yaitu menumbuhkan kesadaran akan pentingya Tri Tradisi Mahasiswa yaitu; Diskusi, Jurnalistik dan Aksi. Dengan demikian semoga dengan di diselenggarakannya kegiatan ini, bisa terciptanya gebrakan baru yang bisa mewujudkan hal itu, dan mampu meningkatkan minat mahasiswa dalam menulis dengan cara yang baik dan berkualitas.

Kegiatan ini diisi oleh pemateri pemateri yang sangat luar biasa yang memiliki prestasi gemilang serta dan pengalaman yang luas. Beberapa diantaranya telah banyak menerbitkan karya karya tulis ilmiah, seperti buku, jurnal artikel, cerpen, novel puisi, novel, cerpen dan esai yang karyanya sudah tersebar di berbagai daerah. Para pemateri dalam kegiatan ini adalah : Dr. Muhammad Harfin Zuhdi MA (Dosen /Lektor Kepala (IV/C) UIN Mataram), Ahmad Syakir Maulana (Mahasiswa Magister Universitas Zaitunah Kairouan, Tunisia), Badrul Jihad, Lc. (Founder Pena Irbid, Yordania), Muhammad Robith Marzuban (Mahasiswa 9 April, Tunisia) dan kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi yang dimana masing-masing sisinya diisi oleh dua pemateri.

Dalam sesi pertama, materi disampaikan oleh Ahmad Syakir Maulana dan Muhammad Robith Marzuban. Ahmad Syakir Maulana,Lc. dalam materinya, menekankan pentingnya menulis secara kreatif. Ia menjelaskan bahwa menulis kreatif adalah bentuk seni yang memungkinkan ekspresi diri dan imajinasi. Menulis kreatif sering kali membebaskan diri dari batasan ketat yang biasanya terdapat dalam bentuk penulisan lainnya.

Jenis tulisan ini mencakup berbagai karya tulis dan genre, yang masing-masing ditandai oleh narasi imajinatif, karakter yang kuat, dan penggunaan bahasa yang puitis. Tujuan utama menulis kreatif adalah untuk menceritakan sebuah kisah, membangkitkan emosi, atau melukiskan gambaran yang jelas di benak pembaca.

Kemudian sesi dilanjutkan dengan materi dari pemateri kedua, Muhammad Robith Marzuban yang membahas tentang pemahaman karya tulis dalam bentuk karya sastra. Beliau menjelaskan bahwa karya sastra terbagi menjadi dua jenis, yaitu karya sastra klasik dan karya sastra modern. Karya sastra klasik adalah karya yang lahir di tengah masyarakat tradisional yang masih memegang teguh adat istiadat. Karya ini bertujuan untuk mengajarkan moral, nilai etika, dan memberikan pesan-pesan mendidik kepada masyarakat, dengan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Sementara itu, karya sastra modern muncul di tengah perkembangan masyarakat modern. Karya ini bertujuan untuk memberikan pandangan kritis serta menyampaikan kritik terhadap berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua yang diisi oleh Dr. Muhammad Harfin Zuhdi, M.A., dan Badrul Jihad, Lc. Pada sesi pertama, Dr. Muhammad Harfin Zuhdi menyampaikan materi tentang pentingnya menulis. Beliau menjelaskan bahwa tulisan lahir dari permasalahan yang menjadi keresahan seorang penulis. Menulis adalah proses menciptakan catatan, informasi, atau aksara.

Menulis, sejatinya, merupakan aktivitas yang melibatkan kerja otak dan pikiran yang diungkapkan melalui hati. Tulisan juga memiliki kekuatan untuk mempengaruhi sudut pandang orang lain dalam memahami dan mengetahui suatu informasi. Beliau juga memberikan motivasi dengan mengutip perkataan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali: “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan ulama besar, maka jadilah penulis.”

Sesi selanjutnya dibawakan oleh Badrul Jihad, Lc., yang menekankan pentingnya memperhatikan tema yang spesifik dalam merancang sebuah tulisan. Beliau menjelaskan bahwa untuk menghasilkan tulisan yang baik, diperlukan ketajaman analisis dan kekuatan argumen. Beliau juga menekankan pentingnya memilih tema yang sedang viral atau ramai diperbincangkan agar tulisan lebih menarik dan dapat menjangkau lebih banyak pembaca.

Salah satu faktor utama dalam menciptakan tulisan yang berkualitas adalah analisis yang mendalam dan argumen yang kuat. Sebuah tulisan tidak akan dipahami secara sempurna oleh pembaca jika hanya disajikan dengan cara yang terlalu sederhana atau terlalu umum. Oleh karena itu, penulis perlu memberikan penjelasan yang detail, dilengkapi dengan data, bukti, atau argumen sebagai pendukung dan penguat ide yang ingin disampaikan.”

Semoga setelah terlaksananya kegiatan ini, dapat menjadi langkah konkret bagi BPC Kairouan untuk terus menghasilkan karya tulis yang lahir dari mahasiswa Indonesia di Kairouan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menambah motivasi mahasiswa agar lebih aktif dalam menciptakan inovasi, khususnya dalam bentuk tulisan.

Selain itu, semoga para mahasiswa Kairouan dapat terinspirasi oleh para pemateri luar biasa yang telah berbagi ilmu dan pengalaman, sehingga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada seminar ini saja. Kedepannya, semoga semakin banyak seminar serupa yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk kembali menghidupkan minat masyarakat dan generasi muda, khususnya mahasiswa di Tunisia.

“Hal ini sejalan dengan visi dan misi pengurus saat ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini, terutama kepada para pemateri yang telah berkenan memberikan materi sekaligus motivasi untuk kita semua. Sampai jumpa di seminar berikutnya,” ujar Sheva, Wakil Ketua BPC Kairouan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *