PPI TUNISIA

Mahasiswa PPI Tunisia Perkenalkan Budaya Nusantara dalam Iftar Jami’i Mahasiswa Internasional

Penulis: Muhammad Dakhlan Gazali (Mahasiswa S1 Universitas Al-Zaitunah, Tunis)

PPI Tunisia – Enam mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia turut ambil bagian dalam kegiatan Iftar Jamii Duwaliyyin, sebuah acara buka puasa bersama mahasiswa internasional yang diselenggarakan oleh Diwan al-Khidmah al-Jami’iyyah li Syamal. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026 di kawasan Menzah 6, Tunisia, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai negara.

Acara ini menjadi salah satu momentum kebersamaan bagi mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Tunisia, khususnya dari kawasan Timur Tengah dan Afrika. Tercatat lebih dari 15 negara turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya Maroko, Palestina, Suriah, serta berbagai negara lain yang mengirimkan perwakilan mahasiswa mereka untuk menghadiri kegiatan lintas budaya tersebut.

Delegasi mahasiswa Indonesia yang hadir terdiri dari tiga mahasiswa putra dan tiga mahasiswa putri yang aktif dalam kegiatan PPI Tunisia. Keenam mahasiswa tersebut adalah: Muhammad Dakhlan Gazali, Anggun Dahlia Alia Murohima, Sultan Maulana Malik Ibrahi, Mohammad Galih Kurniawa, Keysya Atsila Aqib, dan Radina Hasna Maritza.

Kehadiran mereka dalam acara tersebut menjadi representasi Indonesia di tengah forum mahasiswa internasional yang mempertemukan berbagai latar belakang budaya, bahasa, dan kebangsaan.

Rangkaian acara diawali dengan buka puasa bersama (iftar jama’i) yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta dari berbagai negara duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa sambil berbincang dan saling mengenal satu sama lain.

Setelah sesi berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang disertai jamuan kopi dan teh di ruang tertutup. Pada sesi ini, para mahasiswa internasional saling bertukar cerita, pengalaman, serta berbagi informasi mengenai kehidupan akademik maupun sosial mereka selama menempuh pendidikan di Tunisia. Interaksi tersebut menjadi ruang dialog lintas budaya yang mempertemukan beragam perspektif dari mahasiswa yang berasal dari latar belakang negara yang berbeda.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan budaya dari berbagai delegasi mahasiswa internasional. Beragam pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari balet, musik, hingga penampilan vokal yang mencerminkan kekayaan budaya masing-masing negara.

Delegasi mahasiswa Indonesia turut mengambil bagian dalam sesi tersebut dengan memperkenalkan budaya Nusantara melalui busana batik dan songkok, yang menjadi simbol identitas budaya Indonesia. Selain itu, mereka juga menampilkan lagu “Tabola Bale” yang berasal dari kawasan timur Indonesia.

Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian para peserta yang hadir. Suasana ruangan menjadi semakin meriah ketika irama musik Indonesia mulai dimainkan. Para mahasiswa dari berbagai negara tampak antusias menikmati penampilan tersebut, bahkan beberapa di antaranya ikut bertepuk tangan mengikuti alunan musik yang dibawakan oleh delegasi Indonesia.

Nama Indonesia beberapa kali disebut oleh pembawa acara sebagai salah satu delegasi yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Para penyelenggara maupun mahasiswa lokal Tunisia juga memberikan sambutan hangat kepada delegasi Indonesia yang hadir.

Salah satu perwakilan mahasiswa Indonesia, Muhammad Dakhlan Gazali, mahasiswa Universitas Ez-Zitouna Tunisia sekaligus anggota PPI Tunisia, menyampaikan rasa bangganya dapat mewakili Indonesia dalam forum internasional tersebut.

“Kami di sini membawa wajah Indonesia. Kami bangga mengenakan pakaian tradisional kami dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada teman-teman dari berbagai negara. Dalam forum internasional seperti ini, kami merasakan bahwa perbedaan warna kulit, ras, maupun bahasa bukanlah penghalang untuk saling berkomunikasi. Justru perbedaan itulah yang memperkuat persahabatan di antara kami,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa citra Indonesia di mata masyarakat internasional sangat positif. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para peserta yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai budaya dan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, salah satu peserta internasional asal Tunisia, Khadijah, mengaku sangat terkesan dengan budaya Indonesia yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat takjub dengan budaya Indonesia. Masyarakatnya dikenal ramah, memiliki adab yang baik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak. Penampilan mereka hari ini benar-benar menarik perhatian kami,” ungkapnya.

Kegiatan Iftar Jamii Duwaliyyin ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan antar mahasiswa internasional serta memperkenalkan kekayaan budaya dari berbagai negara. Kehadiran mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Tunisia dalam acara tersebut sekaligus menjadi bentuk diplomasi budaya mahasiswa yang memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat internasional.

Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa Indonesia di luar negeri diharapkan terus berperan sebagai duta budaya yang mampu memperkenalkan nilai-nilai keberagaman, keramahan, serta kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia internasional. Kehadiran enam mahasiswa Indonesia dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu tampil percaya diri serta membawa nama baik bangsa di panggung internasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *