PPI TUNISIA

Jangan Hanya Membaca: Darurat Pemahaman Kontekstual dalam Membaca

Penulis: Abraham Sahala Ali (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis)

PPI Tunisia – Sebagaimana kita ketahui bahwasannya membaca buku adalah salah satu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan meningkatkan kemapuan membaca, focus, dan daya ingat, serta dapat digunakan sebagai media mengasah kemampuan berpikir dan menulis. Lebih dari itu, dampak positif yang diberikan bukan hanya dari sisi akademis, bagi sebagian orang membaca juga memberi dampak positif dalam menstimulasi mental di mana membaca buku dapat mengurangi stres, meningkatkan empati dan rasa percaya diri, serta membantu pembacanya terhubung dengan informasi-informasi dunia luar.

Namun, disamping berbagai macam manfaat yang didapatkan, ada satu hal yang sering dilupakan oleh para pembaca yang mempengaruhi pemahaman mereka dan pengaplikasiannya dalam kehidupan, yaitu memahami materi dalam buku secara kontekstual bukan hanya tekstual. Pembahasan ini akan menggunakan metode pendekekatan secara deskriptif dan fenomenologi.

 Fenomena pemahaman membaca yang hanya secara tekstual ini sudah menjadi hal yang wajar dalam kehidupan kita di mana para pembaca hanya menerapkan apa yang tertulis dalam buku dan tidak melakukan penyesuaian dengan kondisi terkini, atau hanya sekedar mempertanyakan apakah materi yang tersaji di dalam suatu buku masih relevan atau tidak. Hal ini umum dialami oleh para pembaca awal atau pemula. Namun, hal ini wajar bagi mereka sebagaimana fenomena Dunning-Kruger Effect yaitu bias kognitif di mana seseorang yang awalnya tidak tahu, lalu setelah membaca dia menjadi tahu dan sangat yakin dengan pengetahuannya padahal itu baru awal mula saja.

Tapi semakin lama hal ini juga didapati pada para pembaca yang bukan lagi pemula yang bisa dibilang mereka telah membaca banyak buku. Mengapa hal ini bisa ada dan bagaimana kita menghindari hal ini akan dijelaskan dalam pembahasan dibawah ini. Tulisan ini ditujukan kepada para pembaca, baik yang pemula atau yang telah lama membaca agar tidak hanya membaca tapi juga memahami konteks dan maksud dari penulis buku.

Adapun metode yang akan digunakan disini adalah deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan secara sistematis fenomenoma atau kondisi yang terjadi agar informasi dan karakteristik yang ada terlihat jelas, disamping itu metode lain yang juga akan digunakan adalah fenomenologi agar pemaparan sistematis secara deskriptif menjadi utuh dengan tujuan memahami pengalaman dan sudut pandang dibalik kondisi ini. Dua metode ini digunakan untuk menunjukan pembahasan apa adanya tanpa asumsi atau hipotesis apapun.

Memasuki pembahasan serta menjawab pertanyaan pada pendahuluan. Yang harus dipahami disini terlebih dahulu adalah akar dari permasalahan ini. Menurut beberapa penelitian, hal ini bermula dari metode awal dalam membaca yang sekedar membaca teks sebelum memahami lebih lanjut teks tersebut. Namun, dikarenakan teks yang sangat kompleks dan abstrak, makna yang ada sulit untuk dipahami yang membuat pembaca terjebak pada permukaan makna dan terus berputar-putar pada kondisi ini. Ditambah dengan keterbatasan wawasan atau pengetahuan yang dimiliki pembaca tentang latar belakang historis, sosial, dan budaya dari teks tersebut menyebabkan pembaca hanya berfokus makna literal. Akibat dari ini, pembaca hanya berusaha memahami apa yang tertulis secara harfiah tanpa menggali makna tersirat atau konteks dari teks tersebut. Akhirnya, efek yang didapatkan adalah kesalahpahaman atau interpretasi menyimpang dari teks-teks yang telah dibaca, yang membentuk pola pikir cacat bagi para pembacanya atau logical fallacy.

Hal ini sangat berbahaya bagi si pembaca maupun bagi sekitarnya, karena apabila si pembaca menyebarkan apa yang dia ketahui tapi dia tidak tahu bahwasanya pemahamanya kurang tepat, maka akan menyebabkan sesat pikir yang menyebar di masyarakat atau taklid buta. Dan dari interpretasi yang menyimpang, maka pembaca kehilangan dimensi fundamental dari teks yang lebih mendalam dan lebih luas yang membentuk pemikiran dangkal dan cacat logika.

Dalam masyarakat kita sekarang, hal seperti ini menjadi sangat umum sebagaimana yang diungkapkan diatas, ditambah dengan kehadiran sosial media yang menjadi alat untuk menyebarkan banyak hal. Alhasil, semakin banyak orang-orang yang menyebarkan pemahaman mereka tentang suatu buku tanpa melihat kondisi zaman, dan mereka yang berlaku demikian kebanyakan tidak sadar dan tetap teguh dengan pemikiran mereka. Lantas bagaimana kita menghindari peristiwa ini? Agar dapat memahami bacaan tidak hanya secara tekstual tapi juga kontekstual bisa dimulai dengan fokus pada kata kunci teks dan mengidentifikasi bagaimana teks disusun untuk mendapatkan ide utama.

Bagi para pembaca lama, caranya dengan mengenal teknik skimming & scanning,yaitu membaca dengan cepat untuk menentukan gambaran umum lalu mencari detail spesifik di dalam teks. Adapun hal-hal yang dapat membantu dari cara di atas adalah dengan membuat catatan tentang poin-poin penting dalam buku. Apabila ada istilah atau kosakata yang tidak diketahui maka harus dicari maksud dari istilah atau kosakata tersebut, apalagi kita sekarang difasilitasi dengan teknologi untuk mencari tahu apa yang tidak diketahui dengan mudah dan cepat. Dan biasakanlah kegiatan berdiskusi dengan orang lain tentang teks atau buku yang dibaca untuk menguji pemahaman bacaan dan juga memperluas pandangan, karena dalam forum diskusi juga dapat menghasilkan kesadaran akan pengetahuan baru.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa membaca buku sebagaimana kita ketahui itu penting untuk dibiasakan. Selain itu, pemahaman terhadap kontekstual buku juga sama pentingnya dengan membaca agar pola pikir seseorang terbentuk secara tepat dan fleksibel dengan keadaan zaman bukan taklid buta dengan gagasan-gagasan yang terkesan konservatif, bahkan fanatik. Ditambah dengan zaman modern saat ini yang semua serba cepat dan semua bisa mengekspresikan pendapat dan pemikiran mereka, maka selayaknya kita harus cerdas dalam  membaca, memahami, dan mempelajari suatu informasi atau pengetahuan lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *