PPI TUNISIA

Harmoni Intelektualitas dan Solidaritas Global dalam Bingkai Ramadhan

Penulis: Muhamad Fathi Ilmy (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis)

PPI Tunisia – Fakultas Hadharah Universitas Ez-Zitouna kembali menghadirkan suasana Ramadhan yang sarat makna melalui agenda buka puasa bersama pada Rabu (4/3/2026) di Tunis, Tunisia. Kegiatan ini mempertemukan unsur pimpinan universitas, dosen, mahasiswa lintas negara, serta tamu undangan dalam satu ruang kebersamaan yang memadukan dimensi intelektual dan spiritual.

Rektor Universitas Ez-Zitouna Tunisia, Dr. Abdul Latief Bu Azizi, dalam sambutan resminya menegaskan peran strategis kampus dalam membentuk karakter generasi berilmu dan berakhlak. “Ramadhan adalah madrasah pembinaan ruhani. Universitas tidak boleh berhenti pada transmisi ilmu, tetapi harus menjadi pusat pembentukan akhlak dan peradaban. Ilmu yang tidak dibingkai nilai spiritual akan kehilangan arah,” tegas beliau.

Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan seperti ini merupakan simbol kuat hubungan antara tradisi akademik dan nilai keimanan. “Kita ingin melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan kokoh secara moral. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meneguhkan keduanya,” tambahnya.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Hadharah, Ustadz Hisyam Grisyah, menekankan pentingnya dimensi sosial dalam kehidupan kampus. “Fakultas Hadharah tidak hanya mengajarkan teori peradaban, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai kepedulian. Ramadhan mengajarkan empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar sinergi antara dosen dan mahasiswa terus terjaga. “Kampus harus menjadi ruang yang menumbuhkan kebersamaan lintas bangsa dan budaya. Inilah wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panitia Ramadhan PPI Tunisia memberikan apresiasi kepada para muhsinin yang telah berkontribusi dalam mendukung program-program keislaman mahasiswa. Salah satu penerima penghargaan adalah Dr. Umar Asy Syibli, dosen Universitas Ez-Zitouna Tunisia, atas dukungan dan dedikasinya terhadap pembinaan mahasiswa.

Dalam pernyataannya, Dr. Umar Asy Syibli menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk terus membersamai mahasiswa. “Mendukung kegiatan mahasiswa adalah bagian dari tanggung jawab moral kami sebagai pendidik. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperkuat nilai kebersamaan dan pengabdian,” ungkapnya.

Menjelang penutupan seremonial, suasana semakin syahdu ketika seluruh hadirin bersama-sama melantunkan shalawat dan nasyid yang dibawakan oleh salah satu grup nasyid ternama di Tunisia. Lantunan pujian tersebut menghadirkan ketenangan dan mempererat ukhuwah di antara para peserta.

Momentum tersebut juga diisi dengan doa bersama untuk saudara-saudara di Iran dan kawasan sekitarnya, serta untuk rakyat Palestina. Dalam doa yang dipanjatkan dengan penuh harap, para hadirin memohon keselamatan, kekuatan, dan kedamaian bagi mereka yang tengah menghadapi ujian dan tantangan.

Acara kemudian ditutup dengan doa penutup dan kebersamaan saat berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa Ramadhan di lingkungan akademik bukan hanya ritual tahunan, tetapi refleksi mendalam tentang peran ilmu dalam membangun solidaritas global, memperkuat empati kemanusiaan, serta meneguhkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan intelektual.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *