
Penulis: Muttaqin Hidayahtullah (Mahasiswa S1 Universitas El-Manar, Tunis)
PPI Tunisia – Suasana hangat sekaligus haru mewarnai acara perpisahan dan penyambutan Home Staff yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tunis, tepatnya di Wisma RI, pada Rabu (4/3/2026). Acara tersebut menjadi momentum penting bagi komunitas Indonesia di Tunisia untuk memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Bapak Rahma Wisnu Wardana beserta keluarga yang telah menyelesaikan masa tugasnya di KBRI Tunis, dan sekaligus menjadi simbolik penyambutan bagi Ibu Dian Anggun Kusumaningtyas sebagai penggantinya.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat Indonesia di Tunisia, mulai dari staf KBRI Tunis, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Tunis, mahasiswa yang tergabung dalam PPI Tunisia, hingga warga negara Indonesia dan diaspora yang menetap di Tunisia. Kehadiran para tamu undangan menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan solidaritas di antara komunitas Indonesia yang berada jauh dari tanah air.
Acara dimulai pada sore hari di Wisma RI, dengan agenda pertama sosialisasi keimigrasian oleh Ibu Novi (Selaku PF Protokol dan Kekonsuleran), kemudian acara dilanjutkan dengan kultum, buka puasa bersama, Shalat Tarawih bersama, Peringatan Nuzulul Quran, acara pisah-sambut, yang kemudian ditutup dengan acara makan bersama. Para tamu yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang disiapkan.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia (Bapak Zuhairi Misrawi), beliau menyebutkan bahwa Bapak Rahma Wisnu Wardana telah memberikan kontribusi yang berarti selama masa penugasannya. Dedikasi, komitmen, serta sikap profesional yang ditunjukkan selama menjalankan tugas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran berbagai kegiatan dan pelayanan bagi masyarakat Indonesia di Tunisia.
Selain menjalankan tugas-tugas kedinasan, beliau juga dikenal aktif menjalin hubungan baik dengan berbagai kementerian yang berada di Tunisia. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, diplomatik, maupun kemasyarakatan membuat sosoknya dikenal dekat oleh banyak kalangan, khususnya para pejabat Tunisia, mahasiswa, dan diaspora Indonesia yang tinggal di Tunisia.
“Bapak Rahma Wisnu Wardana telah memberikan kontribusi yang berarti selama masa penugasannya, berkat-Nya lah hubungan diplomasi Indonesia dengan Tunisia menjadi lancar, dan berbagai kemudahan pun bisa kita rasakan hingga kini, kami berharap semoga Bapak Wisnu dan keluarga diberikan kelancaran saat perjalanan kembali, dan senantiasa diberikan kemudahan dalam setiap urusannya,” ucap dan harap Bapak Zuhairi dalam pengantarnya.
Beberapa di antara khalayak yang hadir juga terlihat menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Bapak Wisnu. Tidak sedikit pula yang menyampaikan harapan agar hubungan silaturahmi yang telah terjalin selama ini dapat terus terjaga meskipun masa tugas di Tunisia telah berakhir.
Momentum perpisahan ini menjadi semakin bermakna karena tidak hanya menandai berakhirnya sebuah masa penugasan, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan pengabdian yang telah dijalani. Bagi Diaspora Indonesia di Tunisia, kehadiran para staff KBRI yang berdedikasi merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan yang harmonis antara perwakilan negara dengan masyarakatnya di luar negeri.
Pada kesempatan yang sama, KBRI Tunis juga menyambut kehadiran homestaf baru yang akan melanjutkan tugas tersebut, yaitu Ibu Dian Anggun Kusumaningtyas. Kehadirannya diharapkan dapat melanjutkan berbagai tugas serta memberikan kontribusi positif dalam mendukung kegiatan KBRI Tunis ke depan.
Tak hanya ucapan perpisahan yang disampaikan oleh Bapak Wisnu kepada para khalayak, Ibu Anggun (Sebagai pengganti-Nya) pun turut dipersilahkan untuk memberikan sambutan, sebagai simbolik penyambutan beliau untuk menggantikan tugas Bapak Wisnu, dalam pengabdiannya terhadap negara.
“Alhamdulillah terima kasih kepada Dubes RI untuk Indonesia (Bapak Zuhairi Misrawi) untuk mempersilahkan saya menyampaikan sambutan pada kali ini, saya berharap semoga kehadiran saya bisa membantu tugas KBRI, dan saya juga berharap bisa belajar lebih banyak lagi dari Dubes, Home Staff, dan para mahasiswa disini,” harap Ibu Anggun pada saat menyampaikan sambutan
Acara penyambutan ini sekaligus menjadi simbol keberlanjutan pengabdian di lingkungan perwakilan Indonesia di luar negeri. Pergantian tugas merupakan bagian dari dinamika birokrasi yang terus berjalan, namun semangat pelayanan dan dedikasi kepada masyarakat Indonesia di luar negeri diharapkan tetap terjaga.
Rangkaian acara berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Para tamu yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi, berbincang, serta mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama selama masa penugasan Rahma Wisnu Wardana di Tunisia.
Bagi masyarakat Indonesia yang berada di perantauan, kegiatan seperti ini memiliki makna yang sangat penting. Selain menjadi ajang penghormatan kepada individu yang telah mengabdi, kegiatan tersebut juga memperkuat rasa kebersamaan serta solidaritas di antara sesama warga Indonesia.
Melalui acara perpisahan ini, KBRI Tunis kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga hubungan yang erat dengan komunitas Indonesia di Tunisia. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa meskipun berada jauh dari tanah air, rasa persaudaraan dan kekeluargaan tetap terjaga dengan kuat.
Perpisahan Rahma Wisnu Wardana beserta keluarga pun menjadi momen yang penuh kenangan bagi seluruh hadirin. Dengan doa dan harapan terbaik, masyarakat Indonesia di Tunisia melepas keberangkatan beliau dengan harapan agar perjalanan berikutnya membawa keberkahan dan kesuksesan di tempat pengabdian yang baru.