PPI TUNISIA

Penyambutan Khatib Masjid al-Aqsha, Eratkan Tali Ukhuwah Islamiyah

Penulis: Arifatun Nasichah (Mahasiswi S1 Jurusan Al-Quran dan Hadits, Fakultas Ushuludin, Universitas az-Zaitunah, Tunis)

Universitas Zaitunah, Tunisia menjadi saksi atas kedatangan Syeikh Dr. Ikrimah Sabri, Khatib Masjid al-Aqsa, Palestina, pada Rabu (05/02/2025). Rektor Universitas Zaitunah, Dr. Abdul Latief Bou Azizi beserta sivitas akademika menyambutnya dengan hangat dan penuh antusias. Acara yang dihadiri hampir seluruh mahasiswa ini berlangsung di Madraj Ibn Khaldun, Fakultas Ushuluddin.

Dibersamai Rektor Universtas Zaitunah, Imam Besar Masjid al-Aqsa ini menghadiri aula pagi menjelang siang hari itu.

Sebagaimana yang kita tahu, kondisi Palestina saat ini masih sangat merisaukan. Konflik berkepanjangan dengan Israel telah berlangsung selama beberapa dekade dan belum menemukan solusi yang efektif.

Kunjungan ini bertujuan untuk membangun kekuatan solidaritas muslim sekaligus kesadaran pada kondisi masyarakat Palestina yang belum bisa dibilang baik ini. Tak hanya itu, kegiatan ini penting untuk mengangkat tabir ketidakpedulian yang melanda masyarakat global.

Acara dimulai dengan pembukaan dari Master of Ceremony lalu pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Syaikh Abdul Latief Bou Azizi, Rektor Universitas Zaitunah turut menuturkan sambutan. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan kegembiraannya dengan kehadiran Syaikh Ikrimah Sabri di tengah-tengah mahasiswa-mahasiswi Tunisia. Beliau juga mengungkapkan bahwa Khatib ini bukanlah syaikh yang minim riwayat akademik, beliau merupakan cendekiawan muslim lulusan S3 Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.

Disambung setelahnya, Syeikh Dr. Ikrimah Sabri menuturkan sambutan dan petuah kepada para mahasiswa. Beliau menjelaskan bagaimana senangnya berkunjung dan melihat Universitas Zaitunah dan para mahasiswanya. Syekh Ikrimah juga sempat terkejut dengan banyaknya mahasiswi daripada mahasiswa yang menempuh studi di universitas ini.

Beliau menyampaikan beberapa point utama, diantaranya bahwa Palestina adalah tanah yang diberkahi. Banyak dalil-dalil yang membuktikan demikian dari keterangan Al-Qur’an maupun Hadist, salah satunya, beliau mengutip surat al-Isra’ ayat: 01:

“سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ [سورة الإسراء:1]

“Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat ini menyebutkan baik Palestina maupun sekitarnya yaitu wilayah Syam (yang sekarang meliputi Jordania, Syuriah, Lebanon, dan Palestina) merupakan bumi yang diberkahi Allah SWT.

Juga, bahwa peristiwa Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha, terdiri dari 2 perjalanan, Isra’ berarti perjalanan spiritual nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan antar dimensi dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Dari sini, beliau menunjukkan bagaimana keistimewaan Masjidil Aqsha menjadi tempat perantara nabi Muhammad SAW diangkat ke langit. Masjid Al-Aqsa adalah simbol yang berarti bagi umat Islam. Ibaratnya, masjid ini merupakan “باب السماء” atau pintu langit. Ia merupakan tanah suci yang penuh keberkahan sehingga menjadi pijakan awal menuju langit Sidratul Muntaha.

Syekh Ikrimah Sabri mengisyaratkan Masjidil Aqsha, Yerusalem, dan Palestina merupakan satu kesatuan yang terikat,”فحينما نقول فلسطين نعني القدس والأقصى، وحينما نقول القدس نعني فلسطين والأقصى، وحينما نقول الأقصى نعني فلسطين والقدس”

Diakhir sambutannya, tak lupa beliau menggugah kesadaran terhadap kondisi Palestina serta mengajak khalayak untuk bersama-sama memperjuangkan tanah suci ini dengan ikatan hati, “Jika tidak bisa berjuang bersama mereka, maka, wujudkanlah Palestina dan Masjidil Aqsha di hati kalian. Walaupun kalian tidak di Masjidil Aqsha tapi Masjidil Aqsha ada dalam hati kalian sehingga barakah perjuangan ini tetap mengalir dimanapun kalian berada.“

Setelah itu, Syeikh Dr. Ikrimah Sabri memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk bertanya.

Menunjukkan pemikiran kritisnya, Syeikh Dr. Ikrimah Sabri menanggapi pertanyaan kronis terhadap isu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyarankan agar para pengungsi Palestina di Gaza dimukimkan di luar kawasan perang dan mengusulkan agar AS mengambil “kepemilikan” wilayah tersebut untuk dijadikan “Riviera Timur Tengah”. Syeikh Ikrimah tersenyum, seraya berkata: “Tidak akan terjadi, penduduk Palestina tidak akan hijrah dari Palestina. Kami bertahan di Palestina bagaimanapun kondisinya, sampai kalian bisa mengunjungi kami di sana“.

Acara ini banyak menyita perhatian mahasiswa untuk lebih mengadvokasi hak-hak masyarakat Palestina, tak luput bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Universitas Zaitunah.

Kunjungan ini tidak hanya meninggalkan kesan positif, tetapi juga menjadi momentum penting untuk andil memperjuangkan kebebasan Palestina serta menjadi motivasi dalam menjembatani teguhnya ukhuwah islamiyah.

Salah satu mahasiswa Indonesia yang turut berpartisipasi dalam acara ini, Fajar Fayaro, mengaku terkesan dan tersadar akan pentingnya dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, “Kedatangan Syeikh Dr. Ikrimah Sabri menyadarkan saya untuk lebih mengenal dan membela Palestina. Kita, khususnya saya pribadi semakin faham, rupanya, perkara ini dapat membangkitkan emosi dan menggerakkan hati kita untuk segera bertindak, terkhusus karena berkaitan dengan kemanusiaan. Maka dari itu, saya sangat setuju dengan ungkapan ‘cukup jadi manusia untuk cinta ke Palestina.” ujarnya.

Menambahi gagasannya, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini, “Alhamdulillah, saya bersyukur dengan adanya kehadiran Ulama’ Besar Masjid Al-Aqsha ke Universitas Zaitunah. Kunjungan ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi kita semua. Selain ber-istifadah dari petuah beliau mengenai Palestina, kita juga diberi kesempatan mendengar langsung keadaan Palestina di sana, terutama isu-isu terbaru.”

Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama di Shahah Fakultas Ushuluddin sekaligus perpisahan dengan Syeikh Dr. Ikrimah Sabri.

Dengan demikian, acara ini telah memberikan kesadaran dan pengetahuan mengenai saudara muslim di Palestina yang menjadi cikal bakal kuatnya kepedulian dan perhatian dalam berperikemanusiaan.

Hanya cukup menjadi manusia untuk mencintai Palestina.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *