
Penulis : Fairus Ramadhan (Mahasiswa S1 Universitas Az Zaitunah Tunis, Tunisia)
PPI Tunisia – Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia berkesempatan mengisi stan bazar di Paviliun Indonesia dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 yang diselenggarakan pada 23 April hingga 3 Mei 2026 di El Kram, Tunis. Stan bazar yang dihadirkan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia menampilkan karya-karya mahasiswa Indonesia di Tunisia.
Kesempatan besar yang diperoleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia untuk berkontribusi dalam mengenalkan Indonesia pada Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 merupakan wujud perhatian besar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis kepada mahasiswa Indonesia di Tunisia dalam mendukung berbagai perkembangan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi menyampaikan “Mahasiswa Indonesia yang terhimpun dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia adalah permata yang akan meneruskan kemajuan bangsa Indonesia.”
Stan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia menghadirkan karya-karya mahasiswa Indonesia di Tunisia yang bertujuan mempererat hubungan bilateral Indonesia–Tunisia serta mengenalkan intelektualisme mahasiswa kepada masyarakat lokal. Karya-karya tersebut meliputi Kamus Darijjah PPI Tunisia, Majalah PPI Tunisia, buku Islam Mazhab Tunisia, serta buku-buku yang berkaitan dengan sejarah Tunisia.
Para penjaga stan PPI Tunisia menjelaskan kepada para tamu undangan memakai bahasa Arab dan Inggris dengan fasih. Kemudian, suasana stand PPI Tunisia di Paviliun Indonesia selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal dikarenakan memperlihatkan keaktifan mahasiswa dalam penulisan karya. Salah satu karya yang selalu diminati oleh masyarakat lokal Tunisia yaitu Kamus Darijjah PPI Tunisia sebab didalamnya berisi tentang tata cara berbahasa Indonesia dan Tunisia.
M. Syauqi Ramadhan menyampaikan kepada tamu undangan saat menjaga stan bahwa partisipasi aktif Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia sejalan dengan semangat para pendiri bangsa, yaitu semangat cinta tanah air dan persatuan Indonesia. Selanjutnya, ia menjelaskan sejarah kemerdekaan Indonesia, salah satunya melalui peran besar mahasiswa Indonesia di luar negeri yang dipelopori oleh salah satu bapak pendiri bangsa, yaitu Bung Hatta. Peran mahasiswa Indonesia di luar negeri tersebut terus berlanjut hingga saat ini. Hal ini sejalan dengan pandangan Bung Karno yang menilai mahasiswa Indonesia di luar negeri sebagai agen perubahan strategis dan duta bangsa yang berperan penting dalam pembangunan Indonesia.
Tidak berhenti sampai di situ, M. Robith Marzuban juga menyampaikan kepada tamu undangan mengenai visi besar yang dipegang teguh oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia, yaitu “Mencetak Mahasiswa yang Berkarakter Pemimpin, Cendekiawan, dan Ulama.” Selanjutnya, ia menjelaskan langkah konkret yang dilakukan mahasiswa Indonesia di Tunisia untuk mewujudkan visi tersebut, antara lain melalui penerbitan karya-karya serta konsistensi dalam menjalankan program peningkatan intelektualisme dan aktivisme.
Selama Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40, stan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia menuai apresiasi besar dari berbagai tokoh dan mahasiswa Tunisia yang mengunjungi Paviliun Indonesia. Presiden Tunisia, Kais Saied, menyampaikan dengan bangga, “Semangat berkarya dan intelektualisme yang ditunjukkan oleh para mahasiswa Indonesia di Tunisia patut menjadi contoh bagi mahasiswa di berbagai negara.” Apresiasi juga disampaikan oleh mahasiswa Tunisia, “Kami ingin menjadi seperti kalian yang senantiasa konsisten dalam berkarya.”
Maka dari itu, momentum berharga dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 bisa menjadi batu loncatan untuk mahasiswa Indonesia di Tunisia tetap menjaga semangat dalam konsisten berkarya dan berdampak seterusnya.
Kunjungi juga website dan youtube terkait: