PPI TUNISIA

Sidang Triwulan Pengurus PPI Tunisia Menggema di Universitas Zaitouna

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia periode 2024-2025 menggelar Laporan Triwulan di Qa’ah Ibnu Asyur Fakultas Hadlarah Islamiah, Universitas Zaitouna yang dipimpin langsung oleh Dewan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PPI Tunisia, pada (01/12/2024.

Sidang Triwulan merupakan langkah konkret bagi PPI Tunisia dalam membangun kinerja yang lebih baik di Catur Wulan berikutnya. Setiap pimpinan anggota dipersilakan mempresentasikan setiap program kerja yang sudah ditentukan semenjak sidang perdana di awal periode kepengurusan. Langkah ini dibangun atas dasar melatih daya kritis mahasiswa dalam membaca realitas program yang beragam, dan menjalin keakraban antar pengurus setelah saling sanggah dalam sidang.

Seperti sidang-sidang lainnya, sistematis Sidang Triwulan memberikan kesempatan bagi setiap anggota untuk memberikan kritik dan saran yang membangun. Kritik itu didasarkan pada bagaimana proses kinerja setiap direktorat yang ada dalam PPI Tunisia. Selain membahas tentang program kerja, Sidang Triwulan juga mengulas dinamika keuangan yang digunakan selama setengah tahun kepengurusan. Menilik bahwa PPI Tunisia berada di luar negri, keuangan yang dikelola oleh PPI Tunisia juga selalu membutuhkan perbandingan kurs sebagai penyesuaian. Keuangan yang masuk di PPI Tunisia tidak hanya mata uang Dinar, terkadang Dolar bahkan Euro. Hal ini yang menjadikan pengurus mendapatkan tantangan lebih dalam mengelola keuangan. Setiap bulannya, Bidang Keuangan PPI Tunisia aktif melaporkan data pengeluaran dan pemasukan di Grup Warga PPI Tunisia sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan pengurus PPI Tunisia.

Bidang Administrasi menerangkan bahwa program-program yang ada dalam ruang lingkup Kesekretariatan mencangkup pendataan, pembuatan SOP, juga pekerjaan yang bersifat administratif. Perbaikan administratif itu mencangkup pendataan inventaris, pendataan surat masuk, juga pembuatan setiap jadwal kegiatan Direktorat PPI Tunisia. Dalam Bidang Administrasi juga terdapat struktur Kesekretariatan yang disebar di setiap direktorat untuk mempermudah pendataan yang ada. Kebutuhan mahasiswa seperti pembuatan Iqamah, Data Diri, Laporan Pertanggungjawaban setiap Direktorat juga masuk dalam lingkup tanggung jawab bidang Administrasi.

Tidak hanya perihal program kerja, dalam Sidang Triwulan juga membahas materi kajian yang ada di setiap Komunitas yang ada di bawah naungan PPI Tunisia. Pembahasan itu bermula ketika saudara Fikran Munawwar selaku Ketua Komunitas Maqshoduna menyampaikan keluhannya terkait kewajiban setiap Mahasiswa Baru untuk ikut ke dalam salah satu komunitas. Hal ini mengakibatkan melonjaknya anggota yang ada dan berdampak pada kebutuhan konsumsi di setiap kajian. Saudara Hilmi Juandika selaku Ketua Zaitunah Quranic Institute (ZAQU) menuturkan bahwa sampai saat ini, PPI Tunisia belum memiliki Komunitas yang fokus pada pembahasan ilmu-ilmu hadist, sedangkan ulama hadits dan mahasiswa jurusan ilmu hadist di Tunisia banyak ditemukan.

Badan Kehormatan Mahasiswa (BKM) PPI Tunisia menyoroti mekanisme pembuatan Iqamah bagi masyarakat PPI Tunisia. Karena jumlah mahasiswa pada tahun ini mencapai 300+ mahasiswa, secara otomatis penanganan dan pendataan untuk kepentingan pembuatan Iqamah akan lebih sulit. Prosedur yang jelas harus sejak dini dipersiapkan agar setiap warga PPI Tunisia dapat membaca dan memahami prosedur tersebut. Pendampingan yang maksimal juga menjadi poin penting yang perlu menjadi sorotan. Karena lokasi pembuatan Iqamah yang cukup jauh mengakibatkan warga PPI Tunisia harus pulang-pergi menggunakan taksi. Itulah mengapa prosedur yang jelas dan pendampingan yang maksimal perlu direalisasikan dengan baik.

PPI Tunisia mencoba menjadi organisasi non-profit yang mandiri, dengan membentuk Direktorat Kemitraan dan Ekonomi Kreatif untuk menambah profit dan pemasukan keuangan PPI Tunisia, baik dari warga negara Indonesia di Tunisia secara umum, maupun membangun usaha toko PPI bagi mahasiswa PPI Tunisia secara khusus. PPI Tunisia melalui Direktorat Kemitraan dan Ekonomi Kreatif juga aktif dalam mengikuti perlombaan berbasis bidang usaha seperti perlombaan proposal dan yang lainnya. Semua itu merupakan bentuk ikhtiar yang dilakukan PPI Tunisia dalam mewujudkan misi menjadi organisasi yang mandiri tanpa tergantung pada sumbangan instansi di luar PPI Tunisia.

Kurang lengkap rasanya jika struktur organisasi hanya diisi oleh Direktorat yang hanya berfokus pada kegiatan-kegiatan yang bersifat formal. Sebagai generasi Z, terkadang kita perlu mengistirahatkan otak kita dari padatnya kegiatan. Karena itu, di PPI Tunisia juga ada direktorat Olahraga dan Sanggar Budaya (ROKES) yang mengelola segala kegiatan non-formal seperti Olahraga, Kebudayaan, dan Bakat Minat untuk menampung kreatifitas dan talenta mahasiswa PPI Tunisia. Pelatihan seperti musik, pencak silat, dan tari tradisional hadir dalam melengkapi kebutuhan eksternal mahasiswa PPI Tunisia.

Dalam membentangkan sayapnya pula, PPI Tunisia aktif dalam membuat konten-konten menarik yang dikelola oleh Direktorat Media dan Pers Literasi (MDPL). Konten-konten seperti review buku, podcast, diary mahasiswa, juga review makanan-makanan unik yang ada di Tunisia secara konsisten di share melalui Instagram @ppitunisia. Tidak kalah aktif dari Direktorat Media PPI Tunisia, Direktorat Pers dan Literasi juga secara berkala mengupload berbagai macam genre tulisan di website PPI Tunisia, seperti: Artikel Ilmiah, Cerpen, Buletin, Majalah bahkan Jurnal yang dikelola oleh Komunitas Tanwir. Bagian Pers dan Literasi PPI Tunisia juga menjalin kerjasama dengan banyak media konvensional terkenal seperti Tribun dan Kompas.

Sidang Triwulan ditutup dengan ramah tamah. Akmal Harviansyah selaku Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) bersyukur sidang kali ini dapat berjalan dengan lancar. Ia berharap apa yang terlontarkan pada sidang kali ini tidak membuat semangat pengurus menurun, justru kritik saran yang disampaikan harus lebih membakar semangat para pengurus kedepannya. Karena memang, organisasi merupakan wadah menjanjikan bagi generasi muda. Di mana mereka dilatih untuk peka terhadap setiap problem dengan penyelesaian yang sistematis, efesien, dan positif. Seperti yang pernah dikatakan oleh J. William Schulze, bahwa, “Organisasi adalah penggabungan dari orang-orang, benda-benda, alat-alat perlengkapan, ruang kerja, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, yang dikumpulkan dalam hubungan yang teratur dan efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *