PPI TUNISIA

Setahun dalam Bayang-bayang Krisis Kemanusiaan : Luka Genosida dan Harapan Perdamaian

Oleh : Rival Haikal (Mahasiswa S1 Universitan Zaitunah di Kairouan)

7 Oktober 2023, sudah setahun lebih berlalu sejak dimulainya eskalasi konflik antara Israel dan Palestina yang terus meluas dan menimbulkan krisis kemanusiaan yang semakin parah. Belum lagi situasi ini semakin memburuk dengan adanya ketegangan antara Israel dan Hizbullah, Houthi di Lebanon, Iran, dan Yaman. perang yang terus terjadi di jalur Gaza ini sangat meninggalkan luka sangat mendalam, bukan hanyak kehancuran fisik, tetapi meninggalkan luka batin yang sangat mendalam bagi masyarakat Palestina.

Israel yang semakin hari semakin masif membombardir serta melancarkan serangan udara secara intensif ke jalur Gaza menyebabkan banyak kerusakan yang terjadi secara besar-besaran di jalur Gaza, lebih dari seribu warga sipil Palestina tewas, ribuan terluka, dan ratusan ribu terpaksa meninggalkan rumah mereka. Lebih dari itu, infrastruktur di Gaza mengalami kerusakan parah, termasuk rumah sakit, sekolah, dan fasilitas vital lainnya.

Selain itu, situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya di Jalur Gaza, hari demi hari semakin memburuk. Blokade yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun belakangan ini semakin memperparah kondisi dan situasi yang ada di jalur Gaza, yang membuat hampir seluruh akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang makin hari makin berkurang bahkan hampir tidak ada. seperti makanan, air bersih, listrik, dan obat-obatan menjadi semakin terbatas, membuat krisis kemanusiaan di jalur Gaza semakin memburuk dan tidak karuan, belum lagi ditambah dengan invasi Israel yang terus menerus. Bahkan Menurut laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 80% penduduk Gaza kini bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Khususnya anak-anak  menjadi kelompok yang paling terdampak. Selain kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga, mereka juga mengalami trauma psikologis yang mendalam. Banyak dari mereka yang tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat hancurnya sekolah-sekolah dan minimnya fasilitas belajar.

Bahkan seperti yang dikutip dari Narasinewsroom, daya rusak yang telah terjadi karena adanya agresi yang di lakukan Israel di Palestina. Di antaranya; Total warga Palestina terbunuh 42.411 dengan rincian 17.000 anak-anak termasuk 171 bayi, 11. 458 perempuan. Korban luka-luka 97.166 bahkan 25.973 anak-anak hidup tanpa satu atau kedua orang tua mereka. Selain itu, 456 sekolah, universitas dan tempat pendidikan rusak dan hancur, ditambah 10.888 pelajar tewas, bersamaan dengan 529 guru dan staf administrasi. Belum lagi di tambah dengan hampir 297.000 unit perumahan mengalami kerusakan yang sangat parah.

Dunia internasional pun terus mengamati dengan seksama serta mengutuk pebuatan Israel yang tidak berprikemanusian. Yang di lakukan selama setahun terakhir, komunitas internasional pun telah memberikan berbagai tanggapan atas agresi ini. PBB, melalui Dewan Keamanan, telah mengeluarkan beberapa resolusi yang menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil. Namun, hak veto dari beberapa negara anggota tetap menjadi penghalang dalam upaya penerapan resolusi yang lebih tegas. Beberapa negara, terutama di Timur Tengah, seperti Qatar dan Turki, terus menawarkan mediasi untuk mencoba menghentikan konflik yang berkepanjangan ini.

Di sisi lain, negara-negara seperti Amerika Serikat tetap memberikan dukungan kuat kepada Israel dengan terus memberikan fasilitas altileri dan persenjataan yang sangat kuat dan canggih. Bahkan, organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional, seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, terus menerus mengeluarkan laporan yang mengecam tindakan Israel yang dianggap tidak proporsional yang terus melanggar hak asasi manusia. Mereka juga menyoroti penggunaan kekuatan militer yang berlebihan dan serangan yang menargetkan warga sipil.

Bahkan peran Indonesia dalam konflik antara Israel dan Palestina, termasuk agresi Israel, sangat konsisten dan tegas dalam mendukung kemerdekaan dan hak-hak Palestina. Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, memiliki posisi yang sangat proaktif dalam mengecam tindakan agresi Israel terhadap Indonesia secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina di berbagai forum internasional seperti PBB, OKI (Organisasi Kerjasama Islam), dan Gerakan Non-Blok.

Bahkan lebih dari itu, Indonesia memboikot seluruh perusahaan dan produk produk yang teraflisiasi dengan perusahaan yang mendukung agresi Israel di Palestina. Karena Indonesia selalu menegaskan pentingnya solusi dua negara, Indonesia terus mendorong dunia internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan militernya dan menghormati hak-hak warga Palestina. “ Indonesia menekankan bahwa isu Palestina merupakan salah satu prioritas utama dalam politik luar negeri Indonesia, sesuai dengan amanat konstitusi yang menentang segala bentuk penjajahan. Pada sidang-sidang PBB dan forum internasional lainnya, ia menyerukan agar dunia internasional meningkatkan tekanan terhadap Israel untuk menghentikan pendudukan ilegal dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia Palestina”. Ungkap, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia. Yang terus menyuarakan dukungan kuat terhadap Palestina, dalam berbagai forum Internasional.

Meskipun tahun yang penuh kekerasan ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi masyarakat Palestina, harapan untuk perdamaian masih tetap ada. Satu tahun agresi di Palestina telah menorehkan luka yang sangat mendalam bagi kedua belah pihak. Namun, di balik setiap tragedi, selalu ada peluang untuk belajar, memperbaiki, dan mencari jalan menuju perdamaian yang lebih adil dan berkelanjutan. Semoga dunia tidak menutup mata terhadap penderitaan yang terjadi dan terus mendorong upaya perdamaian demi masa depan yang lebih baik bagi Palestina dan Israel.

Dalam hal ini, kita Bangsa Indonesia akan tetap bersama saudara-saudara kita di Palestina, “Bangsa yang cinta damai adalah bangsa yang berani mengabdikan dirinya untuk kepentingan kemanusiaan”. Ir. Soekarno.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *