PPI TUNISIA

Kedatangan Mahasiswa Baru Membawa Semangat Baru di BPC Kairouan

Penulis : Rival Haikal (Mahasiswa S1 Universitas Zaitunah di Kairouan)

Badan Pengurus Cabang (BPC) Kairouan, Tunisia, dengan penuh antusias menyambut kedatangan mahasiswa baru yang akan melanjutkan studi mereka di Universitas Az-Zaitunah dan Universitas Kairouan, Tunisia. Pada hari Sabtu malam (26/10/2024), setibanya mereka di Kairouan, pengurus BPC Kairouan membawa para mahasiswa baru ke sekretariat untuk mengikuti acara ramah tamah dan penyambutan sederhana yang dilakukan oleh pengurus BPC Kairouan. Mengingat perjalanan panjang yang telah ditempuh oleh para mahasiswa baru, BPC Kairouan hanya menyampaikan sedikit informasi sebagai pengantar. Dan kegiatan dilanjutkan pada keesokan harinya, dimulai dengan sesi perkenalan antar mahasiswa yang kemudian dilanjutkan untuk diberikan pengarahan dan sosialisasi oleh bagian Koordinator Perlindungan dan Hubungan Masyarakat (KPH) mengenai keamanan serta pembuatan Sajalni oleh bagian Sekretaris BPC Kairouan.

Para mahasiswa baru kemudian diajak oleh pengurus BPC Kairouan untuk berkeliling dan mengunjungi lebih dalam tentang warisan sejarah Kairouan. Salah satu tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Bir Baruto, sumur bersejarah yang airnya diambil menggunakan mekanisme tradisional, yakni unta yang terus berputar untuk menarik air dari dalam sumur. Metode ini memungkinkan sumur menghasilkan air dalam jumlah yang melimpah, yang kemudian dapat diminum oleh para pengunjung serta bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar sehari-hari. Selain Bir Baruto, para mahasiswa juga diajak untuk mengunjungi masjid Uqba Ibn Nafi, masjid terbesar dan paling bersejarah di Kairouan serta salah satu peninggalan Islam terbesar di Afrika Utara. Masjid ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai saksi perjalanan penyebaran Islam di Afrika. Mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk menjelajahi setiap sudut masjid yang penuh dengan arsitektur indah dan nilai sejarah yang mendalam dan ber-foto foto di pelataran masjid Uqbah bin Nafi’.

Setelah kegiatan wisata sejarah, pengurus BPC Kairouan juga membantu mahasiswa baru dalam hal-hal yang bersifat praktis untuk menunjang kehidupan mereka selama menjadi mahasiswa. Mereka diarahkan ke tempat-tempat penukaran uang untuk mengambil mata uang lokal yang dibutuhkan, serta diajak berbelanja alat-alat kebutuhan rumah. Kebutuhan ini penting untuk menunjang kehidupan sehari-hari selama mereka berkuliah di Kairouan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri mereka untuk lebih siap dan nyaman dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial mereka di Tunisia. Seluruh kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan para mahasiswa baru pada budaya lokal dan nilai sejarah kota Kairouan, sehingga mereka tidak hanya merasa sebagai pelajar di negeri asing, tetapi juga dapat memahami dan menghargai kekayaan budaya serta nilai-nilai sejarah yang ada di sekitar mereka.

“Alhamdulilah sejak tahun lalu jumlah kedatangan mahasiswa baru yang datang ke Kairouan terus meningkat, yang mulanya BPC Kairouan yang hanya beranggotakan 7 orang, sekarang menjadi 46 orang. Bahkan, di tahun ini bukan hanya di kampus Zaitunah saja, tapi ada juga yang kuliah di Universitas Kairouan. Semoga dengan terus bertambahnya mahasiswa yang melanjutkan studi di Kairouan serta tersebar ke dua universitas ternama yang ada di Kairouan, diharapkan bisa memperkaya dinamika dalam pembelajaran yang penuh dengan semangat, dengan membawa gagasan-gagasan baru, dan perspektif yang baru. Hal ini semoga menjadikan lingkungan diskusi BPC Kairouan akan semakin hidup dan lebih inspiratif”. Ujar Irsandy Fery Irawan, selaku Ketua panitia mahasiswa baru Kairouan, sekaligus menjabat sebagai Bagian Koordinator Keamanan dan Hubungan Masyarakat BPC Kairouan.

“Sebagai seorang mahasiswa baru di Kairouan, saya merasakan kedamaian yang mendalam di sini. Perasaan ini muncul tidak hanya dari lingkungan yang nyaman, tetapi juga dari keramahan dan kehangatan orang-orang Kairouan. Selain itu, keramahan masyarakat asli Kairouan sungguh luar biasa. Bahkan ketika kami berpapasan pun, mereka hampir selalu lebih dahulu menyapa kami, meskipun pada awalnya kami tidak mengenal satu sama lain. Hal lain yang membuat saya terkesan juga adalah ketulusan masyarakat pribumi Kairouan. Mereka sangat menerima kehadiran  kami dengan hati yang terbuka, tanpa membedakan kami dengan kalangan mereka sendiri, Hal ini benar-benar membuat saya merasa dihargai dan diterima dengan sepenuh hati”. Ujar Shalahudin Ahmad, salah satu mahasiswa baru Universitas Zaitunah asal Surabaya.

Begitupun ujar Anisa Amanati, yang menjadi mahasiswa Indonesia pertama pada tahun ini yang melanjutkan kuliah di Universitas Kairouan. Menggungkapkan: “Kesan saya pertama kali saat melangkahkan kaki dan membuka lembaran baru di negeri ini. Saya sangat terkesan serta penuh dengan perasaan bangga, haru, dan antusias bercampur menjadi satu menyelimuti hati kami yang penuh harapan. Kehormatan besar ini merupakan awal perjalanan baru kami dalam kehidupan saya untuk bisa mewujudkan cita-cita di Kairouan masa depan. Kami berharap, dengan kehadiran kami di kota ini, kami dapat menjalin dan mempererat tali persaudaraan serta berkontribusi dalam memajukan organisasi atau komunitas yang ada di BPC Kairouan, di Kairouan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal yang berarti dalam perjalanan kami bersama-sama untuk belajar, berkembang, dan merajut masa depan yang lebih baik”.

Semoga momentum yang penuh kebersamaan ini, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya memperoleh ilmu di bangku perkuliahan saja, tetapi juga bisa mengembangkan jaringan pertemanan dan pengetahuan yang lebih luas, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antar mahasiswa dalam membangun jaringan intelektual yang produktif. Dengan harapan mahasiswa baru dapat berkontribusi dan berinovasi dalam berbagai program diskusi dan kegiatan BPC Kairouan, sehingga menciptakan pengalaman yang bermanfaat bagi semua, serta bisa menanamkan sifat tritradisi mahasiswa yaitu; Diskusi, Aksi, dan Jurnalistik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *