PPI TUNISIA

Indonesian Day di Universitas Az-Zaitunah, Kairouan, Tunisia

Penulis: Rival Haikal (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Kairouan)

PPI Tunisia – Rabu, 26 November 2025, para mahasiswa Indonesia di Kairouan, Tunisia, kembali sukses menorehkan keberhasilan dengan menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk Hari Mahasiswa Indonesia atau Indonesian Day. Kegiatan ini lahir dari kolaborasi harmonis antara pihak pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Kairouan, PPI Tunisia, kampus dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tunisia. Acara ini berlangsung di auditorium utama Universitas Zaitunah.

Sebagai agenda tahunan yang selalu menghadirkan inovasi, kreativitas, dan inspirasi, rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu berjalan dengan penuh kekhidmatan sekaligus kemeriahan. Antusiasme luar biasa dari para mahasiswa lokal Universitas Zaitunah turut menjadi penanda eratnya hubungan intelektual dan budaya antara Indonesia dan Tunisia.

Kegiatan Indonesian Day tahun ini mengusung tema “Menghidupkan Spirit Nusantara di Tanah Afrika Utara”, yang menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan diplomatik antara mahasiswa Indonesia dan Tunisia. Selain itu, kegiatan ini turut menguatkan peran mahasiswa diaspora Indonesia di Tunisia sebagai agen diplomasi budaya yang aktif dan progresif.

Jumlah mahasiswa Indonesia di Tunisia, khususnya di Kairouan, yang terus meningkat setiap tahunnya semakin menguatkan urgensi penyelenggaraan acara ini sebagai sarana pengenalan, penguatan keberadaan, dan perluasan jaringan diplomasi. Sambutan yang sangat positif hadir bukan hanya dari pihak kampus, tetapi juga dari para mahasiswa, serta para pejabat yang turut menghadiri acara ini, sehingga menjadikannya semakin bermakna dan strategis.

Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting, seperti Duta Besar RI untuk Tunisia beserta staf KBRI, Dekan Fakultas Al-‘Ulum Al-Islamiyah, Gubernor Kairouan, Imam Besar Masjid Agung ‘Uqbah bin Nafi’, para dosen, serta jajaran pengurus PPI Tunisia. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata atas besarnya dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Bagi kami mahasiswa Indonesia di Kairouan, momen ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan sebuah momen penuh kehormatan dan kebanggaan, khususnya bagi segenap panitia pelaksana serta pengurus BPC Badan Pengurus Cabang (BPC) Kairouan, dan umumnya untuk seluruh mahasiswa Indonesia di Kairouan yang telah mencurahkan tenaga, dedikasi, dan bekerja keras demi menyukseskan Indonesia Day ini.

Penanggung jawab kegiatan Indonesian Day, Ustadz Buḥāḥa yang juga dosen Universitas Zaitunah, menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu dan dirindukan; sebuah momentum indah yang mempertemukan Indonesia dan Tunisia dalam satu panggung yang memperkuat ukhuwah islāmiyah, tali persaudaraan, kebersamaan, serta ruh keilmuan dan semangat untuk terus belajar. Beliau menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa Indonesia tidak hanya sekadar sebagai penuntut ilmu, tetapi juga sebagai pengemban dan agen yang memperkuat hubungan budaya dan diplomasi Indonesia di Kairouan, Tunisia. Ustadz Buḥāḥa juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Duta Besar Republik Indonesia.

Mudīr Kampus Az-Zaitunah menceritakan bahwa pada awalnya hanya terdapat lima mahasiswa Indonesia, namun kini jumlahnya telah bertambah menjadi enam puluh enam orang. Perkembangan ini merupakan kebahagiaan besar bagi kampus, dan beliau menekankan bahwa mahasiswa Indonesia dikenal luas karena akhlak dan perilakunya yang terpuji. Beliau turut mengapresiasi dukungan KBRI Tunisia terhadap pendidikan mahasiswa Indonesia dan berharap seluruh mahasiswa selalu meraih kesuksesan.

Setelah itu, tibalah sambutan dari Duta Besar Republik Indonesia, yang sekaligus memaparkan buku karyanya berjudul “Indonesia wa Tunis Aṣḥāb”. Beliau menegaskan bahwa hari ini adalah momen yang membawa kebahagiaan dan keberkahan, serta menyampaikan terima kasih kepada dosen, Imam Masjid Agung ‘Uqbah bin Nāfi‘, masyarakat, dan mahasiswa Kairouan yang selalu menyambutnya dengan hangat.

Dubes mengajak seluruh hadirin untuk mengingat jejak persahabatan kuat antara Indonesia dan Tunisia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Tunisia dan menyorot hubungan historis kedua bangsa. Beliau juga menekankan bahwa Indonesia diberkahi keragaman agama, budaya, dan suku yang dipersatukan oleh Pancasila, dan bahwa mahasiswa Indonesia di Tunisia adalah calon pemimpin masa depan. Dubes berpesan agar mereka menjaga akhlak, persatuan, serta semangat belajar, dan menyinggung pentingnya diplomasi budaya, ekonomi, dan pendidikan antara kedua negara.

Di akhir sambutannya, Dubes mengajak agar hubungan diplomatik Indonesia–Tunisia terus diperkuat melalui publikasi, kajian, serta pengenalan sejarah hubungan antara Soekarno dan Bourguiba kepada generasi muda Tunisia, agar nilai-nilai persahabatan itu terus hidup sepanjang masa.

Dalam kegiatan Indonesia Day ini ditampilkan berbagai seni tradisional Indonesia yang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara di bumi Kairouan, Tunisia. Penampilan tersebut meliputi hadroh, sholawat, tari payung, pencak silat, serta fashion show busana tradisional. Seluruh penampilan tersebut berhasil memukau para hadirin dan menjadi sorotan utama acara. Banyak peserta yang mengaku terkesan karena dapat menyaksikan secara langsung keragaman budaya Indonesia yang begitu kaya.

Meski Indonesian Day tahun ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua, apresiasi dan antusiasme dari para dosen, pejabat kampus, dan mahasiswa Tunisia tetap sangat tinggi. Mereka menilai acara ini sebagai upaya berkelanjutan yang kreatif dan menginspirasi dalam memperkuat hubungan persahabatan serta sebagai langkah nyata dalam mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional.

Daffa Maulid Nugroho, selaku Ketua Pelaksana kegiatan Indonesian Day, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas terselenggaranya acara ini, “Kami mengucapkan permohonan maaf atas kekurangan dalam acara ini, terutama dalam aspek penampilan. Kami juga berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak KBRI atas dukungan moral dan finansial yang sangat berarti. Tanpa bantuan dan dukungan dari KBRI, mungkin acara ini tidak akan berjalan dengan sukses. Kami juga berterima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan ini, dan sampai jumpa di Indonesian Day tahun depan.”

Kemudian acara ini diakhiri dengan kegiatan ramah tamah, di mana semua hadirin yang hadir diperkenalkan sekaligus mencicipi berbagai kuliner khas Indonesia. Hidangan yang disajikan yaitu nasi kuning, nasi goreng, sate dengan saus kacang, rendang, bakso, dan Indomie. Bahkan, Duta Besar Indonesia secara langsung membagikan makanan tersebut kepada para dosen dan mahasiswa Tunisia, sehingga para tamu sangat antusias menikmati sajian tersebut.

Mereka tidak hanya memuji cita rasa kuliner Nusantara yang kaya dan menggugah selera, tetapi juga terkesima oleh keanekaragamannya yang begitu memikat, menghadirkan pengalaman budaya Indonesia yang autentik dan hangat di tengah bumi Kairouan. Acara ramah tamah ini menutup perayaan dengan penuh keakraban, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta, sekaligus menjadi simbol nyata persahabatan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tunisia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *