PPI TUNISIA

ppitunisia

Menjembatani Barat dan Timur: Interpretasi Pemikiran Islam dalam Perspektif Mahasiswa

Penulis: Tiara Shafira Ramadina Fitri (Mahasiswi S1 Universitas az-Zaitunah, Kairouan) Di tengah dunia yang makin terbuka dan cepat bergerak ini, mahasiswa berada di posisi yang unik—bukan hanya sebagai pelajar, tapi juga sebagai pengamat dan perantara antara dua dunia pemikiran besar: Barat dan Timur. Kita hidup di zaman ketika budaya dan ide saling menyusup dengan mudah, […]

Menjembatani Barat dan Timur: Interpretasi Pemikiran Islam dalam Perspektif Mahasiswa Read More »

Djerba: Persinggungan Religi, Harmoni, dan Simfoni

Penulis: Arjunnaja Naufal Adiwara (Mahasiswa S1 Universitas az-Zaitunah, Kairouan) Djerba adalah sebuah pulau terpisah di lepas Pantai Tenggara Tunisia ,di laut Mediterania. Secara administratif, Djerba merupakan bagian dari Gubernorat Medenine. Untuk mencapai pulau Djerba diperlukan waktu perjalanan kurang lebih 6 jam dari kota Kairouan. Ada dua cara utama untuk menyebrangi pulau Djerba dari daratan utama Tunisia

Djerba: Persinggungan Religi, Harmoni, dan Simfoni Read More »

Pemilihan Ketua PPI Tunisia: Menyongsong Tradisi Demokrasi Mahasiswa

Penulis: Muhammad Haikal (Mahasiswa S1 Universitas az-Zaitunah, Tunis) Waktunya hampir tiba. Pemilihan Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia di Tunisia (PPI Tunisia) sudah di depan mata. Suasana di kalangan mahasiswa Indonesia di Tunisia semakin hangat; desas-desus tentang calon yang akan maju kian tersebar. Pemilu yang rencananya berlangsung bulan depan diprediksi menjadi momentum penting dalam sejarah organisasi

Pemilihan Ketua PPI Tunisia: Menyongsong Tradisi Demokrasi Mahasiswa Read More »

Era Tanpa Tuhan?

Penulis: Muhammad Fahad Azizi (Mahasiswa S1 Universitas az-Zaitunah, Tunis) Tulisan ini berangkat dari sebuah pertanyaan mendasar: Apakah kemajuan ilmu pengetahuan telah membawa kita menuju zaman yang tidak lagi membutuhkan Tuhan? Pertanyaan ini menjadi semakin menarik ketika seorang ilmuwan besar seperti Stephen Hawking menyatakan, “One can’t prove that God doesn’t exist. But science makes God unnecessary.

Era Tanpa Tuhan? Read More »

Iran dan Israel Memanas: Harapan Baru bagi Kemerdekaan Palestina

Penulis: Rival Haikal (Mahasiswa S1 Universitas az-Zaitunah, Kairouan) Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak menyusul konflik antara Iran dan Israel yang kini memasuki fase paling panas dalam beberapa dekade terakhir. Kedua negara saling melancarkan serangan bersenjata, mulai dari peluncuran rudal balistik hingga ancaman penggunaan senjata nuklir. Dunia internasional dibuat waspada oleh potensi meletusnya perang skala

Iran dan Israel Memanas: Harapan Baru bagi Kemerdekaan Palestina Read More »

Bernard Adeney-Risakotta: Ketika Ilmu Sosial dan Agama Berdialog

Penulis: Muhammad Fahad Azizi (Mahasiswa S1 Universitas az-Zaitunah) Dalam dunia keilmuan yang terus berkembang, sekat antara ilmu sosial dan ilmu agama sering kali dianggap sebagai tembok yang sukar ditembus. Ilmu sosial, dengan pendekatan empiris dan metodenya yang rasional, sering diasosiasikan dengan sains modern yang sekuler. Sementara itu, ilmu agama dipandang sebagai sesuatu yang normatif, berbasis

Bernard Adeney-Risakotta: Ketika Ilmu Sosial dan Agama Berdialog Read More »

Kesehatan Mental dan Pentingnya Healing: Menjawab Kecemasan di Era Digital

Penulis: Siti Ruqoyyah (Mahasiswi S1 Jurusan Hadharah Islamiyah, Fakultas Hadharah Islamiyah, Universitas az-Zaitunah) Istilah anxiety atau kecemasan semakin populer, terutama di kalangan remaja dan dewasa, seiring dengan maraknya penggunaan media sosial. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan tidak nyaman, kekhawatiran berlebihan, atau bahkan kepanikan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kecemasan tidak hanya dirasakan oleh

Kesehatan Mental dan Pentingnya Healing: Menjawab Kecemasan di Era Digital Read More »

Ian G. Barbour:  Ketika Sains Menggugat Surga

Penulis: Muhammad Fahad Azizi (Mahasiswa S1 Universitar az-Zaitunah) Dalam percakapan panjang umat manusia tentang makna kehidupan, dua kekuatan besar terus berada dalam tarik-menarik yang tak kunjung usai. Sains menawarkan penjelasan rasional atas dunia fisik, sedangkan agama menyajikan makna spiritual dan moral dari eksistensi. Keduanya mengklaim memiliki kebenaran. Namun, apakah keduanya memang harus saling menafikan? Ataukah

Ian G. Barbour:  Ketika Sains Menggugat Surga Read More »

Kajian Tasawuf: Jalan Kembali bagi Jiwa yang Lupa Arah Pulang

Penulis: Ahmad Fawwaz Haqqi (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah) Kita tidak dapat memungkiri bahwa kemajuan teknologi, globalisasi, serta arus informasi yang tak terbendung—terutama pada awal dekade abad ini—sering kali membuat kehidupan yang pada hakikatnya luas terasa sempit. Hiruk-pikuknya seakan tampak dalam waktu yang serba cepat, ditambah dengan semakin ketatnya persaingan ego antarmanusia. Akibatnya, tidak jarang muncul

Kajian Tasawuf: Jalan Kembali bagi Jiwa yang Lupa Arah Pulang Read More »

Relevansi Pendekatan Polymath dalam Konteks Pendidikan Tinggi Mahasiswa Tunisia: Antara Cinta Belajar dan Integrasi Ilmu

Oleh : Muhammad Fahad Azizi Di tengah perubahan zaman yang serba cepat dan kompleks, dunia pendidikan dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam satu bidang keilmuan, melainkan juga mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan multidisipliner. Hal ini semakin nyata terlihat di Tunisia, di mana dinamika pendidikan tinggi menunjukkan gejala menarik yang patut dicermati. Secara

Relevansi Pendekatan Polymath dalam Konteks Pendidikan Tinggi Mahasiswa Tunisia: Antara Cinta Belajar dan Integrasi Ilmu Read More »