PPI TUNISIA

Opini

“Leiden is Lijden”

Penulis: Hendro Alfansyah Khuluk (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis) “Leiden is lijden” sebuah ungkapan singkat namun sarat makna yang dilontarkan oleh Haji Agus Salim, salah satu tokoh besar Indonesia yang dikenal sebagai diplomat ulung, cendekiawan Muslim, dan pejuang kemerdekaan. Frasa dalam bahasa Belanda ini, jika diterjemahkan secara harfiah, berarti “memimpin adalah menderita”. Namun, di balik […]

“Leiden is Lijden” Read More »

Menuju Indonesia Emas 2045: Merawat Persatuan, Menggapai Kejayaan

Penulis: Sultan Maulana Malik Ibrahim (Mahasiswa S1 Universitas Manouba, Manouba) PPI Tunisia – Bangsa Indonesia lahir dari keberagaman yang sangat kaya. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 286 juta jiwa, dan memiliki 700 bahasa daerah, serta lebih dari seribu suku bangsa, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara paling majemuk di dunia. Keberagaman ini menjadi identitas sekaligus

Menuju Indonesia Emas 2045: Merawat Persatuan, Menggapai Kejayaan Read More »

Politik Bernafaskan Ushul Fiqh

Penulis: Dimas Ahmad Jauharul Falah (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Kairouan) PPI Tunisia – Kata “politik” sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun, dewasa ini banyak dari kita yang belum memahami arti kata tersebut sehingga banyak yang sekedar ikut-ikutan dan tak sedikit yang salah dalam memahaminya. Politik sendiri secara semantik dalam Lisanul Arab karya Ibnu

Politik Bernafaskan Ushul Fiqh Read More »

Reaktualisasi Ibnu Sabil sebagai Mustahiq Zakat: Pendekatan Konteksutal-Maqasidi

Penulis: Fajrul Falah (Mahasiswa S2 Universitas Az-Zaitunah, Tunis) PPI Tunisia – Al-Qur’an sebagai sumber utama hukum Islam memberikan pedoman normatif bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan. Namun, agar teks tersebut benar-benar bermakna, maka perlu dipahami tidak hanya secara literal tetapi juga dengan mempertimbangkan konteks sosial dan realitas empiris yang melingkupinya. Pendekatan kontekstual ini membuka ruang

Reaktualisasi Ibnu Sabil sebagai Mustahiq Zakat: Pendekatan Konteksutal-Maqasidi Read More »

Mengharmonisasikan Maqasid Syariah dan Pemikiran Feminis: Literasi Kritis Sebagai Instrumen Perlawanan Patriarki

Penulis: Muhammad Fathi Ilmy (Mahasiswa S1 Universitas Az-zaitunah) “Syariah seluruhnya adalah keadilan, rahmat, kemaslahatan, dan hikmah. Maka setiap perkara yang keluar dari keadilan menuju kezaliman, dari kasih sayang menuju kebalikan, dari kemaslahatan menuju kerusakan, atau dari hikmah menuju kesia-siaan, maka itu bukanlah bagian dari syariah” – Syekh Tahir bin ‘Asyur Sebuah kalimat yang bukan hanya

Mengharmonisasikan Maqasid Syariah dan Pemikiran Feminis: Literasi Kritis Sebagai Instrumen Perlawanan Patriarki Read More »

Haji, Bisnis, dan Maqāṣid

Penulis: Muhammad Fahad Azizi (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis) “Apakah haji hari ini masih murni ibadah, atau berubah menjadi bisnis orang Arab?” Pertanyaan tajam sekaligus tak nyaman ini selalu bergema setiap musim haji. Angka-angkanya memang sangat menggoda. Pada tahun 2025 saja, tercatat total 1.673.230 jamaah haji dengan total 221.000 jamaah berasal dari Indonesia. Jika digabung

Haji, Bisnis, dan Maqāṣid Read More »

Maqosid Syariah dan Ekonomi Hijau: Upaya Pertumbuhan Masyarakat dan Pelestarian Alam Berkelanjutan

Penulis: Muhammad Fardan Abid (Mahasiswa S1 Universitas Az-Zaitunah, Tunis) Belakangan ini bumi seperti sedang mengirimkan sinyal darurat. Suhu terus naik, udara makin panas, dan musim kian sulit ditebak. Para ilmuwan sudah lama memberi peringatan, tapi sering kali kita abai. Laporan IPCC tahun 2021 menyebut suhu bumi naik lebih dari 1 derajat sejak masa pra-industri. Sepintas

Maqosid Syariah dan Ekonomi Hijau: Upaya Pertumbuhan Masyarakat dan Pelestarian Alam Berkelanjutan Read More »

Dari Tunis, Suara Pembebasan Bergema: Indonesia dan Misi Masjidil Aqsa di Tengah Blokade Gaza

Penulis: Aqila Rahma Nayyara (Mahasiswi S1 Universitas Manouba, Manouba) Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membela isu kemanusiaan dan memperjuangkan keadilan global. Isu di Gaza bukan hanya persoalan politik, melainkan juga pengingat sekaligus pembangkit semangat bagi umat Islam untuk bersuara. Perjuangan ini tidak hanya ditujukan untuk membela masyarakat Gaza, tetapi juga untuk membebaskan Masjidil Aqsa dari

Dari Tunis, Suara Pembebasan Bergema: Indonesia dan Misi Masjidil Aqsa di Tengah Blokade Gaza Read More »

Inkompetensi Lebih Berbahaya daripada Kejahatan

Penulis: Muhammad Robith Marzuban (Mahasiswa S1 Universitas 9 Avril, Tunis) Dalam diskursus sosial, politik, maupun filsafat moral, perbincangan tentang ancaman terhadap tatanan masyarakat hampir selalu diarahkan pada kejahatan. Kejahatan dipahami sebagai tindakan sadar untuk melukai orang lain, mencuri hak, atau menghancurkan ketertiban umum. Karena itu, hukum pidana disusun untuk mengidentifikasi, mengadili, dan menghukum mereka yang

Inkompetensi Lebih Berbahaya daripada Kejahatan Read More »

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80: Mempererat Diplomasi Indonesia dan Tunisia

Penulis: Aqila Rahma Nayyara (Mahasiswi S1 Universitas Manouba, Manouba) Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia (RI) di Tunisia menjadi momentum penting yang tidak hanya dirayakan oleh warga negara Indonesia, tetapi juga dirasakan hangat oleh masyarakat Tunisia. Perayaan ini menandai eratnya ikatan persahabatan antara kedua negar yang telah terjalin selama lebih dari enam dekade. Hubungan tersebut diperkuat

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80: Mempererat Diplomasi Indonesia dan Tunisia Read More »